Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bansos Rp100 Ribu-Rp300 Ribu Ditransfer Hari Ini, Benarkah Subsidi Gas LPG 3 Kg Akan Berubah Jadi Uang Tunai? Pimpinan MPR Bilang Begini

Robecca Sesaria • Senin, 6 Oktober 2025 | 05:30 WIB

BANTUAN LANGSUNG TUNAI: KPM lansia yang memperlihatkan KKS miliknya.
BANTUAN LANGSUNG TUNAI: KPM lansia yang memperlihatkan KKS miliknya.

RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan berbagai program Bantuan Sosial (Bansos) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah.

Kini beredar kabar mengenai akan adanya pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dikaitkan dengan kebijakan subsidi Gas LPG 3 Kg.

Menurut informasi dari kanal YouTube Naura Vlog, pencairan bansos ini mulai dilakukan secara merata di berbagai daerah, seiring dengan momentum penyaluran program bantuan reguler lainnya di kuartal keempat tahun 2025.

Fokus Utama: BLT Pengganti Subsidi Gas LPG

Bansos yang menjadi sorotan dalam pengumuman ini adalah program BLT yang disiapkan sebagai bentuk dukungan tunai, terutama bagi masyarakat yang termasuk dalam kategori penerima subsidi.

Baca Juga: Saldo KKS Aktif Lagi Mulai 6 Oktober 2025, Lima Bansos Sekaligus Siap Diterima KPM PKH dan BPNT yang Sempat Gagal di Tahap Sebelumnya

Nominal Bantuan Langsung Tunai yang akan diterima oleh setiap rumah tangga bervariasi, berkisar antara Rp100.000 hingga Rp300.000.

Skema Penyaluran:

Besaran uang tunai yang diterima disesuaikan dengan jumlah Kartu Keluarga (KK) yang terdata tinggal dalam satu rumah.

Skema yang berlaku umumnya adalah:

Baca Juga: Cara Cek Nomor Sertifikat Pendidik PPG 2025 di Situs PDDikti, Ini Langkah Lengkapnya

1. Rp100.000 per satu Kartu Keluarga (KK). 

2. Jika dalam satu alamat rumah terdapat lebih dari satu KK yang terdaftar sebagai penerima manfaat, total bantuan bisa mencapai Rp300.000 (untuk 3 KK).

Baca Juga: Contoh SK PPPK Paruh Waktu dan Besaran Gaji yang Diterima, Cek Progres Penetapan di Mola BKN

Bantuan ini merupakan bagian dari wacana besar pemerintah untuk mereformasi sistem subsidi, di mana subsidi yang tadinya diberikan pada barang (tabung gas) akan dialihkan langsung ke penerima manfaat dalam bentuk uang tunai (BLT).

Program ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran kepada warga miskin dan rentan.

Pencairan Serentak dengan Bansos Lain

Pencairan BLT Gas LPG ini dikabarkan dilakukan secara serentak bersama dengan program bantuan sosial utama lainnya pada periode awal Oktober 2025, termasuk:

1. Program Keluarga Harapan (PKH): Pencairan untuk periode Tahap IV (Oktober-Desember).

Baca Juga: Dana Bansos Ganda Cair Oktober 2025, SP2D PKH-BPNT Turun, Penerima Dapat Uang dan Beras

2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT): Pencairan dalam bentuk saldo elektronik atau uang tunai (biasanya Rp200.000 per bulan).

3. Bansos Tambahan: Beberapa daerah juga mencairkan bantuan tambahan lain seperti BLT Dana Desa atau bantuan pangan non-beras.

Bagaimana Cara Cek Status Penerima?

Untuk memastikan apakah Anda termasuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berhak menerima BLT (Bantuan Langsung Tunai) ini, sobat Radar Bogor bisa melakukan pengecekan secara daring (online) atau menghubungi pihak terkait di daerah Anda:

· Cek Online melalui Situs Resmi Kemensos:

1. Kunjungi laman resmi https://cekbansos.kemensos.go.id/

Baca Juga: Oktober Dibuka dengan Kabar Baik! Enam Bansos Sekaligus Cair, Termasuk PKH, BPNT, BLT, dan Program KIP Pendidikan

2. Masukkan data wilayah domisili Anda (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan).

3. Sobat Radar Bogor masukkan nama lengkap penerima manfaat (PM) sesuai dengan yang ada di KTP.

4. Masukkan kode verifikasi yang tertera.

Baca Juga: Underatted! Tempat Nongkrong Murah Meriah di Tengah Kota Bogor, 5 Menit dari Exit Tol Jagorawi, Ada Siji Warkop, Harga Kopi Hanya Rp15 Ribu

5. Klik tombol "Cari Data".

· Cek Offline:

1. Tanyakan langsung kepada Pendamping Sosial PKH/BPNT di wilayah sobat Radar Bogor.

2. Hubungi aparat desa atau kelurahan setempat untuk mengecek daftar nama penerima manfaat.

Baca Juga: Banjir Bantuan! Pemerintah Gelontorkan Rp13,9 Triliun untuk 9 Jenis Bansos, Cek Daftar Penerimanya di KKS dan Bank Penyalur

Dana BLT (Bantuan Langsung Tunai) akan disalurkan melalui rekening bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) bagi yang memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau melalui PT Pos Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno mengungkapkan, pentingnya integrasi data acuan untuk memastikan subsidi energi tepat sasaran bagi yang berhak. 

Eddy Soeparno mendorong, supaya data penerima subsidi LPG maupun subsidi BBM terintegrasi serta jadi acuan bersama.

Nah, kata Eddy Soeparno, melalui data acuan yang sama tersebut diharapkan tidak ada lagi subsidi salah sasaran.

Lebih lanjut ia mengatakan, data yang dipakai Kementerian Keuangan maupun Kementerian ESDM dan kementerian lainnya yang berkaitan dengan penyaluran subsidi selalu sama.

Menurutnya, awalnya LPG 3 kg menjadi kebutuhan esensial hampir setiap rumah tangga di Indonesia, khususnya masyarakat miskin atau prasejahtera.

Tapi saat ini, justru penggunaannya meluas ke rumah tangga kelas menengah, bahkan kafe hingga restoran.

Dilansir laman resmi MPR RI, ia menambahkan, subsidi yang tidak tepat sasaran tersebut yang harus dibenahi bersama seluruh kementerian dan lembaga sesuai arahan dari Presiden Prabowo.

Tidak hanya integrasi data penerima subsidi, ia juga konsisten untuk terus mendorong pengalihan subsidi LPG 3 kg dari subsidi barang menjadi subsidi uang langsung kepada penerima.

Sejak awal masalah subsidi energi ini menjadi diskusi publik, Eddy mengaku, telah menyampaikan bahwa lebih baik subsidi barang tersebut dialihkan menjadi subsidi uang yang diberikan langsung kepada masyarakat miskin dan tidak mampu.

Ia menyontohkan gambaran, misalnya jika subsidi pemerintah di dalam satu tabung LPG 3 kg adalah Rp33 ribu dan setiap kepala keluarga diasumsikan menggunakan 3 tabung per bulan, maka penerima subsidi akan mendapatkan Rp99.000 secara tunai dari pemerintah dan dikirim kepada penerima.

Apabila mekanisme tersebut berjalan, hanya akan ada satu harga LPG 3 kg di pasaran yang merupakan harga eceran tetap sesuai ketetapan regulator dan Pertamina.

Gagasan Eddy untuk memberikan subsidi langsung dalam bentuk uang kepada masyarakat akan tetap mengedepankan asas keadilan, sekaligus bagian dari upaya meringankan beban APBN.

Eddy menambahkan, pilar utama pembiayaan negara selain meningkatkan pendapatan adalah dengan melakukan penghematan anggaran.

Di antara yang bisa dilakukan untuk menghemat anggaran adalah memastikan subsidi diberikan tepat sasaran hanya kepada mereka yang berhak, yakni saudara-saudara kita yang miskin dan tidak mampu. Ini penting sebagai implementasi asas keadilan. ***

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#BLT #gas lpg 3 kg #kpm #bantuan langsung tunai #bansos