RADAR BOGOR - Beragam jenis bansos seperti PKH, BPNT, bantuan beras, hingga rencana BLT Desa mulai disalurkan secara bertahap melalui bank-bank Himbara dan Kantor Pos.
Momentum ini menjadi kabar baik bagi jutaan keluarga penerima yang telah menunggu sejak beberapa bulan terakhir, meskipun sebagian masih menghadapi kendala teknis seperti saldo kosong atau validasi data yang tertunda.
1. Pencairan Bansos Oktober 2025
Sebagian besar KPM mulai menerima bantuan sosial seperti PKH, BPNT, bantuan beras, hingga rencana BLT Desa.
Nominal yang cair bervariasi antara Rp400.000 hingga Rp1,2 juta. Pencairan ini terutama diterima oleh KPM baru dan mereka yang beralih dari PT Pos ke bank-bank Himbara seperti BRI, BNI, BSI, dan BTN.
2. Saldo KKS Masih Kosong
KPM yang sudah memegang KKS namun saldonya belum terisi diminta bersabar.
Proses pencairan membutuhkan tiga tahap: aktivasi kartu oleh bank, penerbitan SP2D susulan oleh Kemensos, dan top up saldo oleh bank yang biasanya memakan waktu satu hingga tiga hari kerja.
3. Rapelan dan Bantuan Tambahan
Sekitar 1,9 juta KPM berpotensi menerima rapelan karena pencairan dilakukan sekaligus untuk beberapa tahap yang tertunda.
Rapelan ini mencakup BPNT Tahap 2 dan 3, tambahan penebalan Rp400.000, serta kemungkinan PKH Tahap 2 dan 3.
Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan beras 10 kg per bulan hingga Desember untuk 18,27 juta KPM, dan usulan bantuan minyak goreng 4 liter dari DPR yang masih menunggu keputusan.
4. Penyalahgunaan Dana Bansos
Kemensos bersama PPATK menemukan lebih dari 600.000 penerima bansos menyalahgunakan dana untuk bermain game online terlarang.
Sebanyak 228.000 penerima sudah dinonaktifkan, sementara 375.000 lainnya masih diperiksa. Pemerintah menegaskan bahwa dana bansos wajib digunakan untuk kebutuhan pokok dan peningkatan kesejahteraan keluarga.