RADAR BOGOR — Kabar gembira bagi seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) di Indonesia.
Pada tanggal 6 Oktober 2025, sejumlah bantuan sosial (bansos) kembali dicairkan secara bertahap melalui berbagai bank penyalur.
Bantuan PIP (Program Indonesia Pintar) untuk jenjang SD sederajat telah mulai dicairkan untuk termin ketiga tahun 2025 dengan nominal Rp450.000 per siswa.
Sementara itu, bantuan sosial PKH dan BPNT tahap kedua juga mulai masuk ke saldo KKS Bank BSI, BRI, Mandiri, dan BNI.
Nominal yang diterima KPM bervariasi, mulai dari Rp600.000 hingga lebih dari Rp1 juta.
Selain itu, KPM yang baru beralih dari pos ke kartu KKS juga mulai menerima saldo bantuan secara bertahap.
Namun, untuk PKH dan BPNT tahap keempat yang mencakup alokasi Oktober hingga Desember 2025, proses pencairan masih menunggu pengumuman resmi dari Kementerian Sosial.
Diprediksi pencairan tahap ini akan dimulai pada pertengahan November hingga awal Desember 2025.
Di beberapa daerah, seperti Kabupaten Banyuwangi, pendistribusian kartu KKS baru untuk KPM yang melakukan peralihan dari pos masih berlangsung.
Bagi KPM yang sudah memiliki kartu KKS, namun saldo belum masuk, diharapkan bersabar menunggu proses top up dari bank penyalur.
Selain pencairan bantuan rutin, pemerintah juga sedang melakukan uji coba digitalisasi pendaftaran bansos melalui portal Perlinsos.
Uji coba ini berlangsung di Kabupaten Banyuwangi dan melibatkan pendaftaran bantuan PKH, BPNT, dan subsidi lainnya secara online.
Menurut warga yang telah mencoba sistem ini, proses pendaftaran sangat mudah dan cepat, hanya memerlukan waktu 1–2 menit.
Bagi warga yang ingin memastikan kelayakan, portal Perlinsos juga akan memberikan notifikasi secara transparan jika ada calon penerima yang tidak memenuhi syarat, misalnya karena kepemilikan tanah, kendaraan, atau rekening bank dengan saldo tertentu.
Selain itu, Menteri Sosial juga meninjau sekolah rakyat di Kecamatan Lecin dan Muncar, yang memberikan fasilitas sekolah gratis lengkap dengan asrama, makan tiga kali sehari, dan snack dua kali sehari.
Sekolah ini membuka kesempatan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2, termasuk anak yang rentan putus sekolah, untuk melanjutkan pendidikan secara nyaman dan terjangkau.
Dengan pencairan bantuan PIP, PKH, dan BPNT yang terus berjalan, diharapkan seluruh KPM dapat segera memanfaatkan dana bantuan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari dan pendidikan anak-anak mereka.***
Editor : Eli Kustiyawati