RADAR BOGOR - Awal Oktober 2025 membawa kabar baik bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bansos PKH dan BPNT mulai masuk ke rekening KKS dari berbagai bank penyalur seperti BSI, BNI, BRI, dan Mandiri.
Dikutip dari YouTube Diary Bansos, penyaluran bansos PKH dan BPNT sudah berlangsung sejak 1 Oktober 2025. Bank Mandiri menjadi yang pertama menyalurkan dana ke rekening penerima, disusul BRI dan BNI pada hari-hari berikutnya.
Banyak KPM yang melaporkan saldo bansos PKH dan BPNT telah masuk ke rekening KKS mereka. Namun, tidak semua penerima manfaat langsung mendapatkan saldo bantuan di awal Oktober.
Hanya sebagian KPM yang termasuk dalam kategori peralihan dari penyaluran melalui PT Pos ke sistem kartu KKS baru yang menerima pencairan lebih awal. Para penerima ini sebagian besar baru menerima kartu KKS antara bulan Juli hingga September 2025.
Di sejumlah wilayah, proses distribusi kartu KKS baru masih berlangsung. Beberapa daerah bahkan belum menerima pembagian kartu sama sekali, seperti di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, di mana penyalur utama adalah Bank BNI.
Pihak bank diperkirakan masih menyelesaikan proses administrasi sebelum mendistribusikan seluruh kartu kepada penerima.
Bagi KPM yang sudah menerima kartu KKS baru, saldo bansos PKH dan BPNT serta tambahan bantuan senilai Rp400.000 telah mulai masuk ke rekening.
Sementara itu, bagi penerima yang masih memegang kartu lama, pencairan belum dilakukan di awal bulan ini. Mereka diperkirakan akan mendapatkan pencairan pada tahap keempat yang berlangsung antara November hingga Desember 2025.
Penyaluran tahap keempat nantinya akan menjadi tahap terakhir untuk periode 2025. Berdasarkan pantauan sementara, data penerima untuk tahap ini masih dalam proses finalisasi oleh Kementerian Sosial.
Karena itu, masyarakat diimbau bersabar dan terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang.
Selain bansos PKH dan BPNT, pemerintah juga mempersiapkan tujuh jenis bantuan sosial lain yang dijadwalkan cair pada Oktober 2025.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan ekonomi menjelang akhir tahun. Salah satunya adalah bantuan beras kepada 18,27 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Bantuan beras tersebut akan disalurkan sebanyak dua kali, masing-masing 10 kilogram, untuk periode Oktober dan November. Mekanismenya dilakukan secara bertahap dan melibatkan pemerintah daerah serta aparat desa.
Program ini merupakan bentuk dukungan tambahan bagi keluarga kurang mampu dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga.
Selain itu, penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) termin kedua juga mulai berjalan. Bantuan ini diperuntukkan bagi pelajar yang telah terdaftar dalam SK nominasi dan sudah mengaktifkan rekening tabungan di bank yang bekerja sama dengan pemerintah.
Dana bantuan pendidikan ini diharapkan membantu kebutuhan belajar siswa di tengah tahun ajaran yang sedang berjalan.
Pemerintah desa juga akan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada warga yang memenuhi kriteria.
Nominal bantuan ini mencapai Rp300.000 per bulan. Setiap desa memiliki mekanisme penyaluran berbeda, ada yang dibagikan per bulan, dua bulan, bahkan tiga bulan sekaligus.
Tidak hanya itu, masyarakat juga akan menerima bantuan minyak goreng sebesar dua liter per KPM.
Bantuan ini kemungkinan besar akan disalurkan bersamaan dengan bantuan beras, sehingga masyarakat dapat menerima dua jenis bantuan sekaligus dalam satu waktu.
Sementara bagi KPM yang belum menerima pencairan tahap ketiga pada bulan sebelumnya, pemerintah masih menyiapkan penyaluran susulan. Hal ini dilakukan agar tidak ada penerima yang tertinggal dalam mendapatkan hak bantuannya.
Program lain yang juga dijadwalkan cair pada Oktober ini adalah bantuan atensi bagi anak yatim piatu.
Bantuan tersebut bernilai Rp200.000 per bulan dan ditujukan untuk meringankan beban kebutuhan dasar anak-anak yang kehilangan orang tua.
Dengan beragam program ini, pemerintah berharap masyarakat bisa lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok di tengah situasi ekonomi yang masih menantang. Semua pihak diminta untuk menggunakan bantuan dengan bijak dan sesuai keperluan.
Melalui penyaluran yang terus diperbaiki dan diawasi, diharapkan program bantuan sosial pada Oktober 2025 ini dapat berjalan lancar, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia. (Josephine/SV IPB)
Editor : Yosep Awaludin