RADAR BOGOR – Memasuki bulan Oktober 2025 yang merupakan awal periode alokasi Tahap 4 (Oktober, November, Desember) untuk bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai bertanya tentang jadwal pencairan.
Untuk memberikan informasi yang valid dan berdasarkan data resmi, berikut perkembangan status bansos di sistem Kementerian Sosial serta laporan terkini mengenai dana susulan.
Verifikasi Data: Status Tahap 4 di SIKS-NG
Demi menghindari kabar tidak berdasar (hoaks), penting untuk merujuk pada pembaruan status di sistem resmi Kemensos, yaitu SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation).
Hasil pengecekan SIKS-NG per 7 Oktober 2025:
• Belum terbit: Persiapan penyaluran bansos PKH dan BPNT Tahap 4 (alokasi Oktober–Desember) belum dimulai oleh Kemensos.
• Status kosong: Status periode salur terbaru untuk kedua bantuan reguler ini belum muncul di menu Final Closing maupun di Riwayat Bansos di SIKS-NG.
Data terakhir yang masih diproses adalah Tahap 2 (April, Mei, Juni) dan Tahap 3 (Juli, Agustus, September).
KPM diimbau untuk bersabar. Jika ada kabar bahwa bansos Tahap 4 sudah cair di bulan Oktober ini, informasi tersebut dipastikan tidak akurat karena proses administrasi di tingkat pusat belum dimulai.
Di tengah penantian Tahap 4, Kemensos terus menyalurkan dana susulan Tahap 2 dan Tahap 3 bagi KPM yang baru tervalidasi atau yang baru menerima Kartu KKS.
1. PKH dan BPNT Susulan (Tahap 3)
Pencairan termin susulan untuk Tahap 3 (Juli, Agustus, September) terus dilakukan. Laporan pencairan pada 6 Oktober 2025 meliputi:
• PKH Lansia: Dana Rp600.000 untuk komponen lansia dicairkan melalui KKS Bank BRI (untuk KKS terbitan 2020).
2. Pencairan KPM Peralihan (Pos ke KKS Baru)
KPM yang bantuannya dialihkan dari PT Pos ke Bank Himbara dan baru menerima Kartu KKS kini juga melaporkan pencairan dana ganda (akumulasi Tahap 2 dan Tahap 3) secara bertahap di berbagai daerah.
Bank Penyalur dan Nominal yang Dilaporkan:
Tahap yang cair di BNI: Rp950.000
Tahap susulan di BSI: Rp975.000
BPNT murni: Rp600.000
Tahap susulan di Mandiri: Rp2.200.000
Tahap 2 dan 3 di BRI (Lampung): Rp1.500.000 (PKH susulan)
Pencairan ini terjadi di empat bank penyalur (BSI, BRI, Mandiri, dan BNI) dan prosesnya masih berjalan perlahan serta tidak serentak di seluruh Indonesia.
Bagi KPM yang bantuannya belum tersalurkan, baik untuk Tahap 3 maupun KPM peralihan, segera lakukan hal berikut:
• Cek status di SIKS-NG: Pastikan status kepesertaan bansos melalui operator DTKS di kantor kelurahan, Dinas Sosial, atau pendamping sosial.
• Status aman: Jika status masih dalam proses Cek Rekening atau sudah SI (Standing Instruction), dana bansos KPM dipastikan aman dan masih bisa cair.
• Status eksklusi: Jika riwayat bansos menunjukkan status Eksklusi, KPM harus segera mengajukan perbaikan data ke instansi terkait.
Bansos tidak akan cair kembali sebelum data diperbaiki dan divalidasi ulang.***
Editor : Eli Kustiyawati