Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kejutan Akhir Tahun Saldo KKS Bisa Capai Rp1,5 Juta, SIKS-NG Bocorkan Bansos Penebalan Tunai Jilid 2 Cair Bersamaan PKH hingga BPNT Tahap 4

Kholikul Ihsan • Selasa, 7 Oktober 2025 | 16:10 WIB

 

Ilustrasi: Uang rupiah bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
Ilustrasi: Uang rupiah bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.
 
RADAR BOGOR - Kabar gembira kembali menghampiri jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di seluruh Indonesia. Tepat di awal periode triwulan IV (Oktober-Desember) 2025, muncul sinyal kuat dari sistem data Kementerian Sosial bahwa akan ada pencairan ganda yang melibatkan dana bantuan tambahan, atau yang populer disebut bansos penebalan tunai.
 
Bukan hanya itu, beberapa KPM dilaporkan telah menerima transfer dana bantuan sosial dengan nominal fantastis, mencapai Rp1.500.000 yang menandakan adanya pencairan susulan atau rapelan bagi penerima manfaat yang datanya baru terverifikasi.
 
 
Menurut laporan pembaruan data dari Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) pada hari ini, 7 Oktober 2025, proses penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap IV (Oktober hingga Desember) mulai menunjukkan pergerakan signifikan.
 
Baca Juga: Viral Emak-Emak Protes Dedi Mulyadi soal Gerakan Sapoe Sarebu, Gubernur Jawa Barat: Tidak Ada Paksaan, Kalau Tidak Mau Tidak Apa-Apa
 
Selain itu muncul alokasi untuk Bansos Penebalan Tunai bagi periode November hingga Desember 2025, dengan status yang sudah memasuki tahap proses cek rekening.
 
Meski nominal pasti dari bansos penebalan tunai ini masih dirahasiakan diperkirakan berkisar antara Rp300.000 hingga Rp400.000 indikasi ini menjadi angin segar. Artinya, KPM berpeluang menerima bantuan dobel yang tidak hanya mencakup dana PKH/BPNT reguler, tetapi juga bantuan tunai ekstra sebagai dukungan ketahanan pangan menjelang akhir tahun.
 
Dikabarkan KPM kembali akan merasakan rezeki ganda, karena selain bantuan tunai tambahan, penyaluran ini juga disertai bantuan pangan berupa beras 20 Kg plus minyak 2 Liter.
 
Meskipun alokasi untuk Tahap 4 sudah muncul, pencairan PKH dan BPNT reguler diprediksi baru akan dimulai secara masif pada November 2025. 
 
Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tegaskan Pengelolaan Keuangan Gerakan Sapoe Sarebu Harus Terbuka, Dikelola di Lingkungan Masing-Masing dan Sukarela
 
Penundaan ini diperkirakan karena belum tuntasnya proses penyaluran bansos susulan dan validasi by system (data PTP Indonesia) yang banyak dialami oleh KPM pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru atau yang mengalami kendala teknis sebelumnya.
 
Sementara KPM masih menanti, kabar pencairan saldo fantastis telah mencuat. Pada tanggal 6 Oktober 2025, sejumlah KPM PKH dilaporkan menerima saldo hingga Rp1.500.000 di KKS. Dana dengan nominal besar ini diyakini merupakan rapelan atau pencairan susulan dari validasi by system PKH.
 
Keluarga Penerima Manfaat BPNT Murni yang juga memiliki komponen PKH (misalnya: memiliki anak sekolah atau lansia) disarankan untuk segera mengecek saldo di KKS atau melalui aplikasi mobile perbankan seperti Livin Mandiri, BRImo, atau BSI Anda. Hal ini untuk memastikan apakah mereka termasuk KPM yang mendapatkan jatah pencairan susulan atau PKH validasi by system yang dananya telah masuk.***
Editor : Eka Rahmawati
#bpnt #bansos #pkh