RADAR BOGOR - Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di daerah berikut kini bisa tersenyum lebar.
Setelah penantian panjang, KPM di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara yang baru saja menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Bank BNI dilaporkan telah menerima transfer dana bantuan sosial (bansos) dengan nominal yang fantastis, mencapai Rp1.800.000.
Pencairan besar ini merupakan hasil dari skema penyaluran rapel atau gabungan, yang sering terjadi pada KPM baru.
Artinya, dana dari beberapa periode telah diakumulasikan dan disalurkan sekaligus ke rekening mereka.
Baca Juga: Enam Bansos Cair Serentak, Cek juga 9 Penyebab Utama Pengentian Bantuan untuk KPM, Kamu Termasuk?
Tiga Bansos dalam Satu Transfer
Nominal Rp1.800.000 yang masuk ke KKS Bank BNI ini bukan hanya berasal dari satu program, melainkan gabungan dari tiga jenis bantuan utama yang disalurkan oleh pemerintah:
- Program Keluarga Harapan (PKH)
Ini mencakup bantuan tunai sesuai komponen keluarga, seperti balita, ibu hamil, anak sekolah, atau lanjut usia.
Karena status KPM masih baru, dana PKH untuk beberapa tahap sebelumnya kemungkinan dirapel.
- Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
Merupakan bantuan sembako yang diuangkan. Dana BPNT yang dirapel beberapa bulan sekaligus turut menyumbang porsi besar dalam total transfer.
- Bonus Tambahan Tunai (Penebalan)
Ini adalah dana bantuan tambahan di luar skema PKH dan BPNT reguler yang diberikan pemerintah untuk memperkuat daya beli masyarakat di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Imbauan Penting Bagi KPM Baru di Daerah Lain
Pencairan di Bolaang Mongondow ini menjadi sinyal positif bagi KPM baru di wilayah lain, khususnya yang baru menerima KKS dari Bank BNI atau bank Himbara lainnya.
KPM Baru seringkali menerima dana dalam jumlah besar setelah KKS mereka berhasil diaktivasi karena mereka mendapatkan hak rapel dari tahap-tahap sebelumnya yang belum tersalurkan.
Oleh karena itu, bagi Anda yang baru memiliki KKS, jangan tunggu lama! Segera cek saldo KKS Anda di ATM BNI terdekat.***
Editor : Eka Rahmawati