RADAR BOGOR - Menteri Sosial melakukan kunjungan pertama kegiatan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos).
Digitalisasi bansos yang dimaksud, yakni pendaftaran bansos di portal Perlindungan Sosial (perlinsos), yang dilakukan di Kabupaten Banyuwangi.
Banyuwangi merupakan satu-satunya wilayah yang ditunjuk untuk melakukan uji coba pendaftaran bansos, baik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH maupun BPNT.
Tidak hanya bansos reguler, pendaftaran bantuan dan subdisi lainnya juga akan dilakukan lewat portal Perlinsos.
Menurut masyarakat yang melakukan uji coba, pendaftaran digital bansos sangat mudah, tidak ribet, dan tidak lama, hanya membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 menit untuk bisa mendaftar.
Ketika sudah mendaftar, akan ada tim ahli dari pihak Kemensos atau pemerintah pusat yang merumuskan layak atau tidaknya pendaftar menerima bansos.
Jika tidak layak mendapatkan bansos, akan ada notifikasi penyebab tidak mendapatkan bantuan di portal, misalnya muncul atau terdeteksi memiliki tanah sekian hektar atau memiliki kendaraan mobil.
Bisa juga pendaftar terdeteksi memiliki rekening bank dengan nominal yang cukup besar. Hal tersebut akan terdeteksi lewat pendaftaran di portal Perlinsos.
Namun, laporan KPM yang melakukan uji coba ini masih sebatas uji coba di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Sementara itu, informasi terbaru menyebutkan pendaftaran bansos terakhir dilakukan pada 15 Oktober 2025.
Tidak hanya memperhatikan uji coba digitalisasi bansos, Menteri Sosial Saifullah Yusuf juga berkunjung ke sekolah rakyat di wilayah Banyuwangi.
Biaya sekolah rakyat ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Siswa yang bersekolah di sekolah rakyat mendapatkan fasilitas asrama, makan tiga kali sehari, dan snack dua kali.
Bagi warga yang termasuk dalam Desil 1 dan 2, serta rentan putus sekolah, bisa mendaftar di sekolah rakyat dan menghubungi pendamping sosial masing-masing.
Editor : Siti Dewi Yanti