RADAR BOGOR - Berdasarkan informasi terbaru, sejumlah perkembangan penting bansos PKH BPNT telah muncul di sistem SIKS NG, menunjukkan bahwa tahap persiapan pencairan dan penebalan bantuan telah dimulai.
Pengecekan akun SIKS NG pada menu view DTSEN menunjukkan, bahwa periode salur untuk bansos BPNT Tahap 4 telah muncul.
Saat ini, bansos BPNT tengah berada pada tahap “proses cek rekening”, di mana pihak perbankan melakukan cross check terhadap rekening KPM.
Hal ini menandakan bahwa pencairan BPNT Tahap 4 sedang dalam tahap persiapan akhir. Perlu dicatat bahwa BPNT Tahap 4 muncul lebih dulu dibanding PKH Tahap 4, yang masih belum tersedia dalam sistem view DTSEN SIKS NG.
KPM diminta untuk bersabar karena proses ini memerlukan waktu hingga bantuan benar-benar ditransfer.
1. Kemunculan Penebalan BPNT November-Desember 2025
Selain pencairan rutin, sistem SIKS NG juga menampilkan status penebalan BPNT untuk dua bulan, November dan Desember 2025.
Jika terealisasi, bantuan tambahan ini bernilai Rp400.000, dengan Rp200.000 per bulan. Penebalan ini ditargetkan bagi sekitar 18,27 juta KPM penerima BPNT di seluruh Indonesia.
Meski demikian, pihak resmi Kementerian Keuangan dan Kementerian Sosial belum merilis konfirmasi resmi terkait penebalan ini, sehingga statusnya saat ini masih sebatas informasi awal di sistem SIKS NG.
2. Pencairan Bantuan Susulan PKH dan BPNT
Selain BPNT Tahap 4, pencairan bantuan susulan PKH dan BPNT tahap sebelumnya masih terus dilakukan.
Hal ini terutama berlaku bagi KPM yang memiliki KKS baru hasil peralihan dari PT Pos, atau KPM yang baru menerima salah satu jenis bantuan pada bulan sebelumnya.
Contohnya, seorang KPM yang awalnya hanya menerima BPNT, kemudian menjadi penerima PKH, melaporkan saldo PKH sebesar Rp750.000 masuk pada awal Oktober 2025.
3. Pesan Penting untuk KPM
Penyampai informasi menekankan pentingnya sikap bersyukur dan bijak dalam memanfaatkan bantuan sosial.
Bagi KPM yang mungkin tidak mendapatkan pencairan pada tahap terakhir, disarankan untuk tetap berbesar hati, karena bansos bersifat terbatas dan tidak diberikan selamanya.
KPM juga diingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan bantuan, terutama menghindari aktivitas yang dapat membahayakan, termasuk game online terlarang atau penyalahgunaan lainnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga