RADAR BOGOR - Setelah sempat dinantikan sejak September, penyaluran bansos reguler Tahap 4 akhirnya menunjukkan progres nyata dalam sistem SIKS-NG.
Bersamaan dengan itu, muncul pula indikasi kuat bahwa akan ada tambahan bantuan berupa penebalan senilai Rp400.000 untuk periode November-Desember 2025.
Informasi ini membuat banyak keluarga penerima manfaat (KPM) mulai memeriksa kembali status rekening dan aplikasi SIKS-NG mereka karena tanda-tanda pencairan sudah mulai tampak di beberapa wilayah.
1. Pembaruan Status Bansos Reguler Tahap 4
Bansos reguler yang mencakup alokasi untuk bulan Oktober, November, dan Desember (Tahap 4) telah diperbarui keterangannya dalam sistem SIKS-NG.
Program yang lebih dulu menunjukkan pembaruan status adalah BPNT atau bantuan sembako, baik untuk KPM yang masih menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) lama maupun yang baru saja beralih dari penyaluran via kantor pos ke KKS bank.
Nominal yang diterima tetap sesuai ketentuan, yaitu Rp600.000 untuk tiga bulan sekaligus, dengan mekanisme pencairan bertahap sesuai jadwal daerah masing-masing.
Indikasi update ini menjadi tanda awal bahwa pencairan Tahap 4 segera dimulai sebelum akhir Oktober 2025.
2. Munculnya Penebalan Bansos Rp400.000 untuk November-Desember
Selain pembaruan reguler, terdapat pula keterangan tambahan yang menampilkan penebalan bansos senilai Rp400.000 di sistem SIKS-NG dengan periode November-Desember.
Bantuan ini disebut sebagai penebalan karena sifatnya tambahan di luar alokasi reguler, serupa dengan yang pernah diberikan pada pertengahan tahun lalu untuk periode Juni-Juli.
Menariknya, kemunculan kembali keterangan ini menimbulkan kemungkinan bahwa penebalan tersebut akan dicairkan dua kali sepanjang 2025.
3. Bentuk Penebalan dan Bantuan Non-Tunai
Selain bantuan tunai melalui rekening KKS, penebalan juga dilakukan dalam bentuk barang kebutuhan pokok.
Penerima sembako dilaporkan memperoleh tambahan beras sebanyak 20 kilogram untuk periode Oktober-November.
Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga ketahanan pangan keluarga rentan. Penyaluran dilakukan melalui mitra resmi, baik e-warung maupun lembaga distribusi yang ditunjuk pemerintah daerah.
4. Dampak Bagi Penerima KKS Baru
KPM yang baru beralih dari penyaluran via Pos ke KKS memiliki peluang lebih besar mendapatkan beberapa alokasi bantuan sekaligus menjelang akhir tahun.
Mereka bisa menerima pencairan untuk Tahap 2, Tahap 3, hingga Tahap 4 secara bertahap jika proses validasi data dan aktivasi rekening telah selesai.
Apabila KPM tersebut juga merupakan penerima PKH dan penebalan bansos kembali dicairkan dua kali, maka total saldo bantuan yang masuk ke rekening hingga akhir 2025 dapat mencapai delapan kali transaksi.
Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi keluarga penerima yang sempat tertunda pencairannya di pertengahan tahun.
Editor : Eka Rahmawati