RADAR BOGOR - Penyaluran bansos BPNT pada Oktober 2025 menghadirkan dua kabar besar yang kini ramai dibicarakan di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sebagian KPM mengalami lonjakan saldo ganda bansos BPNT di rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), sementara lainnya kebingungan karena informasi tahap 4 BPNT tiba-tiba hilang dari sistem SIKS-NG.
Kondisi ini menimbulkan beragam reaksi KPM, antara lega dan cemas, sebab berkaitan langsung dengan jadwal pencairan bansos BPNT menjelang akhir tahun.
1. Pencairan Saldo Ganda di KKS Membawa Kabar Gembira
Sejak tanggal 8 Oktober 2025, banyak KPM melaporkan bahwa saldo di KKS mereka terisi ganda.
Kasus ini terutama terjadi pada penerima baru atau mereka yang sebelumnya menerima bansos melalui kantor pos lalu dialihkan ke sistem perbankan.
Saldo ganda tersebut mencakup dana dari beberapa program utama, yakni Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta tambahan penebalan yang dialokasikan oleh pemerintah.
Sebagian besar penerima yang mendapatkan dua kali transfer adalah mereka yang bantuannya tertunda sejak tahap 2 dan tahap 3.
Proses pencairan berlangsung bertahap karena merupakan wewenang pihak bank penyalur seperti BNI dan BRI.
Bahkan, beberapa KPM KKS BNI melaporkan saldo masuk lebih dari Rp1 juta yang merupakan akumulasi dua tahap sekaligus, sedangkan penerima kategori SD memperoleh Rp225.000 untuk satu tahap.
Penerima lama juga dikonfirmasi telah mendapatkan penebalan untuk alokasi bulan Juni hingga Juli 2025.
2. Hilangnya Periode BPNT Tahap 4 dari Sistem SIKS-NG
Di sisi lain, muncul kabar yang kurang menggembirakan bagi KPM yang memantau status bantuannya melalui SIKS-NG.
Sebelumnya, sistem tersebut menampilkan periode BPNT tahap 4 untuk Oktober-Desember 2025 lengkap dengan keterangan penebalan bulan November-Desember dan status “proses cek rekening.”
Namun, pada 8 Oktober, informasi tersebut mendadak hilang dari sistem. Banyak KPM melaporkan statusnya berubah menjadi “gagal cek rekening,” sementara bantuan PKH justru sudah berhasil diproses lebih dulu.
3. Diduga Terjadi Error atau Perbaikan Sistem di SIKS-NG
Hilangnya data BPNT tahap 4 di SIKS-NG diperkirakan bukan tanda pencoretan bantuan, melainkan disebabkan gangguan teknis atau pembaruan sistem.
Pemerintah melalui petugas sosial di daerah menilai perubahan ini tidak bisa dijadikan acuan utama untuk menilai keaktifan status bansos KPM. Dengan kata lain, data bansos tahap 4 masih dalam tahap sinkronisasi dan belum final.
4. Prediksi Jadwal Pencairan BPNT Tahap 4 dan Penebalan Akhir Tahun
Meski sempat muncul di sistem, pencairan BPNT tahap 4 diperkirakan belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Berdasarkan analisis dan pola sebelumnya, pencairan kemungkinan berlangsung antara November hingga Desember 2025.
Begitu pula dengan penebalan bansos untuk akhir tahun yang belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak Kementerian Sosial. Hingga kini, informasi tersebut masih bersifat prediktif dan menunggu pembaruan dari data nasional.
5. KPM Diminta Bersabar Menunggu Distribusi dan Realisasi
Bagi penerima KKS baru, proses distribusi kartu dan buku tabungan oleh bank masih terus berjalan.
Banyak KPM yang terdata sudah layak menerima bantuan namun belum menerima sarana pencairan resmi.
Selain bantuan uang, penyaluran sembako berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng juga masih menunggu realisasi di sejumlah daerah.
Pemerintah mengimbau agar KPM tetap memantau informasi resmi dan tidak terpengaruh isu yang beredar di media sosial.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga