RADAR BOGOR - Memasuki periode penutup tahun, Pemerintah mengonfirmasi kesiapan pencairan tahap terakhir bansos PKH BPNT.
Alih-alih sekadar pencairan rutin seperti PKH BPNT, lima jenis bansos dikabarkan siap digelontorkan secara serentak mulai Oktober hingga Desember 2025.
Periode ini menandai pencairan bansos PKH BPNT tahap akhir tahun atau tahap 4, yang berpotensi menjadi suntikan dana terbesar bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 34 provinsi, terutama bagi pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih.
Fokus utama adalah pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap 4.
Para KPM pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih diimbau untuk bersiap, sebab saldo dikabarkan akan masuk mendadak dan bertahap.
Pola Pencairan: Wilayah I Selalu Jadi Barometer
Penyaluran dana triwulan terakhir ini akan mengikuti pola zonasi tiga wilayah yang sudah teruji. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, Wilayah I diprediksi akan menjadi barometer pencairan awal, yang menandai dimulainya gelombang dana di tingkat nasional.
Wilayah I yang harus bersiaga penuh untuk menerima pencairan duluan meliputi provinsi-provinsi di Sumatera, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, hingga Jawa Barat. KPM di area ini diminta untuk sering melakukan cek saldo KKS mereka, karena proses transfer biasanya dimulai dari zona ini.
Setelah Wilayah I, pencairan akan menyusul di Wilayah II, yang mencakup DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, NTT, NTB, dan seluruh provinsi Kalimantan. Barulah kemudian disusul Wilayah III, mencakup Jawa Timur, Gorontalo, Maluku, Papua, dan seluruh provinsi di Sulawesi.
Bukan Sekadar PKH/BPNT: 5 Bansos Jumbo Siap Tumpah Ruah
Periode Oktober 2025 menjadi magnet bagi KPM karena gabungan lima jenis bantuan, yang dua di antaranya merupakan bonus tambahan.
1.PKH Tahap 4: Pencairan reguler untuk alokasi 3 bulan (Oktober-Desember) sekaligus.
2.BPNT Tahap 4: Bantuan Sembako senilai Rp600.000 yang dicairkan tunai untuk alokasi triwulan terakhir. Kabarnya, BPNT ini seringkali lebih cepat dicairkan dibanding PKH.
3.Bonus Pangan Tambahan: Ini adalah kabar paling dinanti. KPM BPNT berpotensi menerima Bantuan Beras 20 Kg ditambah Minyak Goreng. Bantuan komoditas ini diberikan sebagai bonus dan biasanya disalurkan melalui undangan dari pihak RT/RW setempat.
4.Program Indonesia Pintar (PIP): Bantuan pendidikan akan terus mengalir bagi anak sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA yang sudah lolos SK nominasi dan melakukan aktivasi rekening.
5.Santunan ATENSI Yatim Piatu: Bantuan tunai khusus senilai Rp270.000 per bulan akan kembali dicairkan secara bertahap bagi penerima yang telah ditetapkan.
Pencairan lima bantuan ini secara simultan di akhir tahun diperkirakan akan menjadi suntikan ekonomi terbesar bagi masyarakat miskin dan rentan, sekaligus menjaga daya beli di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Untuk KPM di Wilayah I, siapkan KKS Anda. Gelombang pencairan tahap empat sudah dimulai!
Editor : Rani Puspitasari Sinaga