RADAR BOGOR - Menjelang akhir tahun 2025, proses penyaluran bansos semakin menunjukkan progres positif di berbagai daerah.
Fokus utama berada pada percepatan pencairan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), disertai dengan penyaluran bantuan tambahan berupa penebalan sembako, beras, dan minyak goreng.
Informasi terbaru menunjukkan bahwa aktivitas pencairan kini telah terpantau secara positif melalui aplikasi SIKS NG, dengan banyak KPM yang mulai menerima dana bantuan di rekening masing-masing.
1. Prioritas Penyaluran untuk KPM BPNT
Penerima BPNT menjadi prioritas utama dalam gelombang penyaluran bantuan kali ini. Berdasarkan data yang beredar, kelompok ini merupakan penerima terbanyak yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Beberapa daerah bahkan melaporkan pencairan yang menembus angka lebih dari dua juta rupiah, kemungkinan merupakan akumulasi dari bantuan PKH, BPNT, dan tambahan sembako.
2. Aktivitas di Aplikasi SIKS NG
Pantauan terbaru melalui aplikasi SIKS NG memperlihatkan lonjakan aktivitas pencairan di sejumlah wilayah. Banyak laporan menunjukkan bukti transaksi dan struk dari mesin ATM atau agen bank yang menandakan dana bantuan telah masuk.
Selain itu, wilayah lain masih berada dalam tahap pemeriksaan rekening dan verifikasi data, terutama bagi KPM peralihan dan penerima baru yang baru memperoleh Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari bank Himbara seperti Mandiri dan BRI.
3. Pencairan Tahap 4 PKH dan BPNT
Periode Oktober hingga Desember menjadi masa penyaluran tahap keempat bagi dua program utama, yakni PKH dan BPNT.
Untuk BPNT, bantuan senilai total Rp600.000 (Rp200.000 per bulan) mulai dikirimkan ke rekening KPM.
Sementara itu, PKH kembali menyalurkan bantuan dengan nominal bervariasi antara Rp225.000 hingga Rp750.000 per komponen keluarga, disesuaikan dengan jumlah anak sekolah, ibu hamil, atau lansia di dalam rumah tangga penerima. Proses pencairan PKH dilakukan baik melalui bank maupun kantor pos tergantung wilayah masing-masing.
4. Penebalan Sembako Rp400.000
Selain bansos reguler, terdapat program tambahan berupa penebalan sembako dengan nominal Rp400.000.
Bantuan ini dialokasikan untuk periode November dan Desember, dan kini telah masuk dalam tahap pemeriksaan di aplikasi SIKS NG.
5. Distribusi Bansos Beras (CBP)
Program bantuan beras dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga telah dimulai sejak awal Oktober. Setiap KPM menerima 10 kilogram beras per bulan dengan total 20 kilogram untuk dua bulan, Oktober dan November. Penyaluran ini mencakup sekitar 18 juta KPM di seluruh Indonesia dengan total distribusi lebih dari 365 ribu ton beras.
6. Bantuan Minyak Goreng “Minyak Kita”
Sebagai bentuk tambahan dari stimulus pangan, KPM juga akan mendapatkan bantuan minyak goreng. Setiap keluarga dijadwalkan menerima total empat liter untuk periode Oktober dan November, yang akan dibagikan sekaligus.
Jumlah keseluruhan bantuan ini mencapai lebih dari 73 ribu kiloliter dan diharapkan dapat membantu menekan pengeluaran rumah tangga.
7. Validasi dan Cek Rekening KPM
Meski sebagian daerah telah melaporkan pencairan, banyak wilayah lain masih dalam proses validasi data dan pengecekan saldo di rekening.
Tahapan ini penting agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Sistem digitalisasi yang dikembangkan melalui Perlinsos juga tengah diuji untuk mempercepat proses penyaluran, memastikan tidak ada keterlambatan menjelang akhir tahun.
Editor : Eka Rahmawati