Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

KPM Bansos PKH dan BPNT Bergembira, Dua Bantuan Tambahan Mulai Cair Serentak di 12 Wilayah

Yosep Awaludin • Jumat, 10 Oktober 2025 | 18:20 WIB
BANTUAN LANGSUNG TUNAI: Pemerintah mencairkan bansos PKH hingga BPNT.
BANTUAN LANGSUNG TUNAI: Pemerintah mencairkan bansos PKH hingga BPNT.

RADAR BOGOR - Kabar gembira datang bagi keluarga penerima manfaat (KPM) bansos PKH dan BPNT. Pemerintah telah menurunkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) untuk dua jenis bantuan sosial tambahan.

Penyaluran bansos PKH dan BPNT akan dimulai besok dan dilakukan secara merata di sejumlah daerah di Indonesia.

Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.

Melalui kerja sama antara Kemensos dan Kementerian Perekonomian, program bansos PKH dan BPNT ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan keluarga kurang mampu.

Dikutip dari YouTube Naura Vlog, bantuan tambahan pertama yang akan disalurkan adalah bantuan pangan berupa beras 10 kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menghadapi kenaikan harga beras yang kini menembus kisaran Rp15.000 per kilogram di beberapa wilayah.

Penyaluran beras ini menyasar penerima PKH dan BPNT serta masyarakat umum yang ditunjuk oleh pemerintah daerah.

Total ada sekitar 1.380.000 keluarga penerima manfaat yang akan mendapatkan bantuan ini. Jumlah tersebut tersebar di berbagai provinsi dengan volume beras yang sangat besar.

Untuk wilayah DKI Jakarta, penyaluran akan mencapai 3.040 ton beras bagi sekitar 304.000 KPM. Sementara Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah penyaluran terbesar, mencapai 44.270 ton.

Adapun di Banten, pemerintah menyalurkan sekitar 699 ton beras kepada keluarga penerima manfaat.

Selain itu, ada 12 provinsi utama yang telah ditetapkan menerima bantuan sosial beras melalui PT Pos Indonesia.

Provinsi tersebut meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Maluku, Maluku Utara, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Untuk daerah di luar 12 wilayah tersebut, mekanisme penyaluran dilakukan melalui pemerintah desa atau kantor kelurahan.

Masyarakat diimbau untuk memantau jadwal pembagian agar dapat mengambil bantuan sesuai waktu yang telah ditentukan.

Bantuan tambahan kedua yang SP2D-nya juga telah turun adalah bantuan sosial berupa daging ayam dan telur.

Bantuan ini disalurkan melalui ID Food dan menyasar keluarga yang memiliki anak balita terindikasi stunting berdasarkan data dari BKKBN.

Setiap keluarga penerima bantuan ini akan mendapatkan 3 ekor daging ayam karkas bersih dan 11 butir telur per tahap.

Dalam satu periode program, total yang diterima mencapai 33 butir telur, sehingga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein hewani bagi balita.

Program bantuan ayam dan telur ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia.

Dengan asupan gizi yang lebih baik, anak-anak dari keluarga penerima manfaat diharapkan tumbuh lebih sehat dan kuat.

Selain dua bantuan tambahan tersebut, pemerintah juga terus memproses pencairan reguler untuk program PKH dan BPNT tahap berikutnya. Saat ini prosesnya sedang melalui tahap verifikasi dan validasi data agar penyaluran tepat sasaran.

Meskipun status pencairan PKH dan BPNT belum sepenuhnya muncul di aplikasi terbaru, beberapa wilayah telah bersiap untuk kick off penyaluran serentak. Kemungkinan besar pencairan dilakukan pada minggu ketiga atau keempat bulan ini.

Sementara itu, proses peralihan bantuan dari PT Pos Indonesia ke Kartu KKS Merah Putih masih berlangsung.

Sebagian keluarga telah menerima kartu baru, sementara sebagian lainnya masih menunggu distribusi karena keterbatasan stok di beberapa kantor cabang bank penyalur.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap bersabar karena proses pembuatan dan distribusi kartu membutuhkan waktu. Setiap daerah memiliki kondisi berbeda tergantung kesiapan infrastruktur dan ketersediaan kartu.

Dengan adanya dua bantuan sosial tambahan ini, penerima manfaat PKH dan BPNT diharapkan dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperkuat jaring pengaman sosial demi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Program bantuan beras, ayam, dan telur ini bukan sekadar distribusi pangan, tetapi juga wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.

Harapannya, langkah ini dapat memperkuat semangat gotong royong dan mendorong pemulihan ekonomi nasional dari lapisan masyarakat terbawah. (Josephine/SV IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#keluarga penerima manfaat #bansos #PKH dan BPNT