RADAR BOGOR - Kabar bahagia datang dari Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan di awal Oktober 2025.
Pemerintah resmi mencairkan empat program bantuan sosial (bansos) sekaligus lewat Bank Himbara, membuat jutaan masyarakat tersenyum lega menjelang akhir pekan.
SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) sudah turun dan saldo bantuan telah masuk ke rekening penerima manfaat.
Empat bantuan yang dilaporkan cair adalah:
1. PIP (Program Indonesia Pintar)
Bantuan pendidikan untuk pelajar SD hingga SMA/SMK.
Untuk jenjang SMA/SMK, nominal mencapai Rp1,8 juta per siswa, dicairkan melalui rekening Bank BNI.
2. PKH dan BPNT Susulan
Penerima yang baru mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kini bisa menikmati bantuan yang tertunda di tahap 2 dan 3.
3. Bantuan Pangan Nasional (Beras + Minyak Goreng)
Disalurkan Oktober–November 2025 untuk 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing memperoleh 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
4. Bantuan Yatim Piatu (ATENSI)
Penerima di seluruh Indonesia mendapatkan Rp200.000 per bulan, dengan pencairan tiga bulan sekaligus (Juli–September) senilai total Rp600.000.
Jadwal dan Cara Cek Penerima
Untuk bantuan pangan, jadwal penyaluran dilakukan dua tahap:
• Oktober: 10 kg beras + 2 liter minyak goreng
• November: 10 kg beras + 2 liter minyak goreng
Sementara itu, bantuan yatim piatu sebagian besar cair melalui Bank Mandiri, kecuali untuk wilayah Aceh yang menggunakan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Penerima bisa mengecek status bansos mereka melalui situs cekbansos.kemensos.go.id atau menanyakan langsung ke desa/kelurahan masing-masing.
Penerima PKH murni tanpa komponen BPNT kemungkinan tidak mendapatkan paket beras + minyak goreng.
Namun, mereka tetap akan menerima bantuan PKH reguler sesuai komponen yang dimiliki.
Hal yang perlu diingat adalah agar masyarakat segera menarik bantuan yang sudah cair dan memanfaatkannya dengan bijak.
Seluruh proses bantuan otomatis berdasarkan data pusat, tanpa bisa “diurus” oleh pihak manapun.
Dengan total bantuan yang mencapai puluhan triliun rupiah, program ini diharapkan memperkuat daya beli masyarakat jelang akhir tahun, sekaligus membantu keluarga rentan menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.***