RADAR BOGOR – Bulan Oktober 2025 menjadi periode krusial dalam upaya pemerintah menuntaskan target penghapusan kemiskinan ekstrem.
Selain menanti pencairan BPNT Tahap 4 dan bantuan penebalan sembako, masyarakat juga patut menyimak beragam bantuan sosial (bansos) dan stimulus ekonomi yang disalurkan baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemerintah pusat melalui kementerian terkait menjadwalkan pencairan beberapa program kunci pada bulan ini:
1. Bansos Reguler (PKH dan BPNT)
Pencairan PKH dan BPNT Tahap 4 (alokasi Oktober–Desember) akan segera dimulai.
Selain itu, pencairan susulan Tahap 3 masih terus berlangsung, terutama bagi KPM eks penerima PT Pos yang baru bermigrasi ke Kartu KKS Himbara.
2. Bantuan Pangan Cadangan Beras Pemerintah (CBP)
Untuk menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajukan anggaran tambahan untuk melanjutkan bantuan pangan:
• Beras 20 kg dan minyak goreng. Bantuan ini direncanakan disalurkan sekaligus (sekali salur) untuk alokasi dua bulan (Oktober dan November) sebagai langkah antisipasi kebutuhan konsumsi jelang akhir tahun.
3. Bantuan Atensi Yatim Piatu (ATENSI YAPI)
Bantuan ini disalurkan untuk meringankan kebutuhan dasar dan mendukung pendidikan anak yang berstatus yatim, piatu, atau yatim piatu.
• Pencairan Tahap 3: Proses pencairan alokasi Juli–September sudah dimulai sejak akhir September dan berlanjut hingga Oktober 2025.
• Nominal: Setiap anak penerima mendapatkan dana sebesar Rp600.000.
4. Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN–KIS)
Bantuan ini bersifat non-tunai dan esensial. Pemerintah pusat menanggung iuran bulanan BPJS Kesehatan (sekitar Rp42.000 per jiwa per bulan) untuk masyarakat miskin dan rentan.
• Tujuan: Memberikan akses layanan kesehatan gratis atau subsidi penuh (seperti pemeriksaan rutin dan rawat inap), serta mencegah kemiskinan akibat biaya pengobatan.
• Perhatian: Bansos PBI tidak dapat dicairkan secara tunai.
Beberapa pemerintah daerah juga aktif menyalurkan bansos yang didanai APBD untuk kelompok rentan:
1. Provinsi DKI Jakarta (Program Pemenuhan Kebutuhan Dasar/PKD)
Dinas Sosial DKI Jakarta menyalurkan bantuan kepada lebih dari 200 ribu penerima, mencakup:
• Kartu Lansia Jakarta (KLJ)
• Kartu Anak Jakarta (KAJ)
• Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ)
Jumlah penerima bantuan PKD meningkat signifikan setelah perubahan skema pencairan dari triwulan menjadi bulanan.
2. Kabupaten Jombang, Jawa Timur
Dinas Sosial Kabupaten Jombang menyalurkan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) Tahap 3 kepada 153 penyandang disabilitas berat.
Penyaluran dilakukan secara non-tunai melalui rekening Bank Jatim atas nama masing-masing penerima.
Keberagaman bansos yang cair di bulan Oktober ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan sosial secara komprehensif, tidak hanya melalui program utama, tetapi juga stimulus ekonomi dan bantuan spesifik daerah.
KPM bansos diimbau untuk memantau status pencairan melalui kanal resmi masing-masing program.***
Editor : Eli Kustiyawati