RADAR BOGOR - Sejumlah penerima mulai melaporkan adanya saldo masuk di rekening mereka, terutama untuk program bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT pada Oktober 2025.
Namun, berdasarkan laporan lapangan, ditemukan fakta terbaru terkait pencairan tersebut. Berikut rangkuman lengkapnya.
Pada Sabtu, 11 Oktober 2025, mulai terlihat adanya aktivitas saldo masuk ke rekening penerima PKH dan BPNT.
Banyak KPM mengira pencairan tersebut adalah tahap 4, namun klarifikasi menunjukkan bahwa dana tersebut merupakan bagian dari proses validasi penerima baru atau pencairan susulan dari tahap sebelumnya.
Dari wilayah Bekasi Utara, sejumlah laporan menyebutkan bahwa BPNT tahap 4 sudah cair. Namun setelah ditelusuri, kemungkinan besar dana itu berasal dari PKH validasi, bukan tahap reguler.
Salah satu penerima dengan saldo masuk sebesar Rp600.000 pada pukul 07.07 WIB diduga merupakan kategori PKH lansia.
Penerima dengan KKS Tahun 2020
Seorang KPM dengan KKS terbitan 2020 menyatakan bahwa tahap 3 telah diterima sebelumnya, dan saldo Rp600.000 yang baru masuk kemungkinan berasal dari peralihan status BPNT murni ke PKH validasi.
Hal ini memperkuat indikasi bahwa pencairan 11 Oktober bukanlah gelombang tahap 4, melainkan penyesuaian untuk penerima yang baru diverifikasi.
Laporan menarik datang dari Garut, yang mana seorang KPM yang baru saja mengaktifkan kartu di cabang bank pada Jumat langsung menerima pencairan keesokan harinya.
Saldo yang masuk sebesar Rp1.600.000 di KKS Mandiri, terdiri dari BPNT murni tahap 2 dan 3 ditambah bantuan penebalan sembako.
Kasus ini juga menunjukkan adanya peralihan dari penyaluran kantor pos ke sistem KKS baru, sehingga saldo bisa diterima sekaligus.
Kendala Saldo Tidak Bisa Ditarik di Jember
Dari wilayah Jember, penerima dengan KKS BNI 2020 mengaku melihat saldo Rp1.250.000 di rekeningnya, tetapi belum bisa menariknya.
Masalah ini diduga karena masa aktif kartu sudah habis, mengingat kartu yang diterbitkan tahun 2020 memiliki masa berlaku lima tahun.
Solusinya, KPM diminta memperpanjang masa aktif ATM agar bisa melakukan transaksi pencairan.
Di sisi lain, seorang KPM dari Semarang juga melaporkan saldo Rp600.000 yang masuk pada 11 Oktober 2025 pukul 13.30 WIB.
Penerima ini menggunakan KKS BNI 2021 dan menjadi bagian dari kelompok penerima yang statusnya telah aktif setelah proses validasi.
Aktivasi Mandiri Mempercepat Pencairan
Faktor penting yang turut berpengaruh adalah aktivasi mandiri KKS di bank. Bagi penerima yang menunggu aktivasi otomatis dari pusat, prosesnya bisa memakan waktu lama.
Karena itu, KPM yang melakukan aktivasi langsung ke bank berpeluang lebih cepat menerima dana bantuan dibanding yang menunggu giliran dari pusat.
Dengan berbagai temuan tersebut, pencairan bantuan yang terjadi pada 11 Oktober 2025 belum bisa dikategorikan sebagai PKH tahap 4 secara resmi.
Sebagian besar laporan menunjukkan bahwa dana yang masuk merupakan PKH validasi, BPNT susulan, atau penebalan sembako.
Bagi KPM yang belum menerima, disarankan untuk mengecek status kartu dan memastikan KKS aktif, agar pencairan berikutnya dapat diterima tanpa hambatan.