Akhirnya, Bansos Atensi Yatim Piatu Cair hingga Rp1,8 Juta di ATM Bank Himbara Berikut Ini, Disusul Bantuan Pangan Beras 20 Kg
Mutia Tresna Syabania• Senin, 13 Oktober 2025 | 15:21 WIB
Masyarakat menerima pencairan bantuan sosial (bansos) melalui ATM.
RADAR BOGOR - Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos kembali mendapatkan kabar gembira terkait pencairan berbagai bantuan sosial.
Pemerintah pusat telah mengonfirmasi penyaluran dua jenis bansos signifikan: pertama, Bantuan Atensi Yatim Piatu (YAPI) yang sudah mulai ditransfer, dan kedua, konfirmasi jadwal distribusi Bantuan Pangan Tambahan (beras dan minyak goreng).
Dana bantuan sosial dengan nominal bervariasi antara Rp400.000 hingga Rp1,8 juta per KPM terpantau sudah mulai masuk ke rekening bank penyalur. Bantuan ini adalah Atensi Yatim Piatu (YAPI) dari Kementerian Sosial.
Nominal: Besaran dana yang diterima bergantung pada periode rapelan yang belum diambil.
Dengan besaran Rp200.000 per bulan, nominal tertinggi Rp1,8 juta didapatkan oleh KPM yang merapel pencairan dari Januari hingga September (9 bulan).
Bank Penyalur: Pencairan dilakukan melalui Bank Mandiri dan Bank BSI.
Mekanisme: Selain melalui transfer ATM, pencairan juga dapat dilakukan melalui PT Pos Indonesia bagi KPM yang saat pendataan disepakati menerima lewat jalur ini. KPM jalur Pos akan mendapatkan surat undangan.
KPM penerima Atensi YAPI diimbau segera mengecek saldo di Kartu ATM atau buku tabungan Bank Mandiri/BSI, karena proses transfer telah dimulai dan diperkirakan akan merata mulai awal pekan ini.
Bantuan sosial penebalan komoditas juga siap dicairkan bagi 18,2 juta KPM di seluruh Indonesia.
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan diambil dari basis data DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).
Rincian Paket Bantuan Pangan:
Bantuan ini dialokasikan untuk dua bulan, Oktober dan November, dan akan disalurkan sekaligus (one-shot):
Beras: Total 20 kg per KPM.
Minyak Goreng: Total 4 liter per KPM.
Target Penerima:
Bantuan ini diprioritaskan bagi penerima PKH dan BPNT/Program Sembako.
Meskipun rincian final mengenai target penerima murni masih menunggu konfirmasi lebih lanjut, KPM PKH dan BPNT yang terdaftar di DTSEN berpotensi besar menerima bantuan tambahan ini.
Pencairan bantuan pangan ini diharapkan dapat terealisasi pada pertengahan atau akhir Oktober 2025, dengan undangan pengambilan yang akan disebar menjelang jadwal penyaluran.
Terkait bantuan reguler, BPNT Tahap 4 dilaporkan sudah selangkah lebih maju dengan status proses pengecekan rekening.
Sementara itu, penyaluran PKH dan BPNT susulan Tahap 3 bagi KPM yang beralih dari PT Pos ke Kartu KKS masih terus digencarkan.
KPM bansos yang baru menerima Kartu KKS diharapkan tetap memantau saldo, termasuk potensi masuknya rapelan BPNT sebesar Rp400.000.***