Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bantuan Penebalan Oktober-November 2025, Penerima Bertambah, Ada Daerah Alami Kenaikan Hingga 8 Persen

Yosep Awaludin • Selasa, 14 Oktober 2025 | 10:20 WIB
Ilustrasi bantuan penebalan Oktober-November 2025.
Ilustrasi bantuan penebalan Oktober-November 2025.

RADAR BOGOR - Pemerintah kembali menyalurkan bansos periode Oktober - November 2025. Program ini dikenal dengan sebutan bantuan penebalan, ditujukan untuk membantu jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).

Berdasarkan data terbaru, terdapat peningkatan jumlah penerima bantuan penebalan di 27 daerah, sementara sebagian wilayah lainnya mengalami pengurangan.

Dikutip dari YouTube Diary Bansos, total penerima manfaat bantuan penebalan kali ini mencapai sekitar 18,27 juta keluarga. Bantuan ini diberikan dalam bentuk bahan pangan yang disalurkan melalui Perum Bulog.

Pola penyaluran dilakukan secara langsung di kantor desa atau kelurahan, di mana setiap KPM akan mendapatkan undangan resmi untuk pengambilan bantuan.

Pada periode sebelumnya, yakni Juni-Juli 2025, masyarakat menerima bantuan berupa beras sebanyak 20 kilogram dan bantuan BPNT senilai Rp400.000.

Kali ini, bantuan penebalan kembali diberikan dalam bentuk barang pokok yaitu beras dan minyak goreng, untuk dua bulan penyaluran sekaligus.

Setiap keluarga akan memperoleh beras 20 kilogram yang dibagikan sekaligus, serta minyak goreng 4 liter untuk periode Oktober dan November. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan pokok masyarakat menjelang akhir tahun.

Penyaluran dilakukan secara langsung oleh Bulog ke setiap desa. Penerima diwajibkan membawa surat undangan dan KTP asli.

Jika penerima tidak dapat hadir, bantuan dapat diambil oleh anggota keluarga lain dengan syarat tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah desa setempat.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), terjadi dinamika pada jumlah penerima bantuan di berbagai daerah.

Beberapa wilayah mengalami pengurangan karena adanya penyesuaian data penerima yang dinilai sudah tidak memenuhi kriteria, sedangkan sejumlah daerah lain justru mengalami peningkatan signifikan.

Contohnya, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat kenaikan penerima hingga 8 persen, tertinggi di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Provinsi Sumatera Utara naik sekitar 1,4 persen, dan Kalimantan Tengah bertambah 3 persen.

Beberapa daerah di wilayah Papua juga mengalami peningkatan signifikan, bahkan mencapai lebih dari 7 persen.

Sebaliknya, ada daerah yang mengalami pengurangan penerima seperti Aceh berkurang sekitar 2,5 persen, Jambi turun 2,4 persen, dan Jawa Barat berkurang 3,5 persen.

Penurunan ini disebabkan oleh pembaruan data penerima dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Pemerintah menegaskan bahwa pembaruan data ini penting untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.

Proses validasi dan verifikasi terus dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih antara penerima yang layak dan yang tidak lagi memenuhi syarat.

Selain bantuan penebalan, masyarakat juga dapat memantau status pencairan bantuan PKH dan BPNT tahap keempat tahun 2025.

Namun, hingga pertengahan Oktober, sistem cek bantuan masih belum menampilkan data terbaru. Pemerintah meminta masyarakat untuk bersabar menunggu pembaruan dari pusat.

Ada pula informasi mengenai bantuan atensi yatim piatu yang kini mulai dicairkan. Penerima program ini bisa mendapatkan bantuan hingga Rp1,8 juta tergantung periode pencairan yang belum diambil.

Program tersebut disalurkan melalui Bank Mandiri dan dapat dicek menggunakan buku tabungan atau kartu ATM penerima.

Beberapa penerima diketahui belum mengambil bantuan sejak periode pertama hingga keempat, sehingga dana yang mengendap di rekening mereka menumpuk hingga jutaan rupiah.

Pemerintah daerah telah mengimbau agar penerima segera memeriksa status rekeningnya dan mencairkan dana bantuan sesuai ketentuan.

Di beberapa daerah seperti Kabupaten Banyuwangi, proses pencairan bantuan atensi dilakukan bekerja sama dengan pemerintah desa.

Aparat desa membantu menginformasikan jadwal pengambilan kepada penerima yang berhak agar proses penyaluran berjalan lancar.

Melalui berbagai program ini, pemerintah berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari bantuan sosial yang disalurkan secara bertahap.

Fokus utama dari penyaluran bantuan penebalan dan atensi yatim piatu adalah untuk mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan sosial masyarakat berpenghasilan rendah.

Penyaluran bantuan yang dilakukan serentak di berbagai daerah menunjukkan upaya pemerintah untuk menekan kesenjangan ekonomi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.

Meski masih terdapat beberapa kendala teknis, secara umum distribusi bantuan sosial pada akhir tahun ini berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. (Josephine/SV IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#bantuan penebalan #keluarga penerima manfaat #bansos