RADAR BOGOR - Berbagai KPM bansos kembali menerima kabar menggembirakan pada 14 Oktober 2025. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan penebalan sembako telah resmi dicairkan dengan nominal yang cukup besar untuk membantu kebutuhan pokok masyarakat.
Menurut laporan sejumlah penerima, menyebut bahwa bansos BPNT dan penebalan sembako Rp400.000 sudah cair, atau masuk ke rekening.
Pencairan bansos BPNT dan penebalan sembako senilai Rp400.000 telah berlangsung pada 14 Oktober 2025. Dana ini masuk langsung ke rekening KPM melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Bukti transaksi atau struk pencairan menunjukkan bahwa saldo tambahan tersebut benar-benar diterima oleh penerima manfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok.
2. BPNT Tahap 2 dan Tahap 3 Juga Sudah Disalurkan
Selain bantuan penebalan sembako, BPNT tahap 3 dengan nominal Rp600.000 dan BPNT tahap 2 sebesar Rp600.000 juga telah cair untuk sebagian besar penerima.
Pencairan dua tahap ini menambah total bantuan yang diterima masyarakat, sekaligus memastikan bahwa penyaluran berjalan lancar tanpa hambatan administratif.
3. Penerima Baru Sudah Mulai Gunakan KKS Pengganti PT Pos
Beberapa penerima baru yang sebelumnya menerima bantuan melalui PT Pos Indonesia kini sudah beralih ke sistem penyaluran baru menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dengan sistem ini, bantuan disalurkan langsung ke rekening penerima, sehingga prosesnya lebih efisien dan tidak memerlukan antrean panjang di kantor pos.
4. Proses Pengecekan Saldo PKH dan BPNT Tahap 4 Sedang Berlangsung
Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT tahap keempat kini sedang menunggu perubahan status pencairan menjadi SP2D atau Surat Perintah Pencairan Dana.
Jika sudah berubah, maka pencairan tahap keempat akan segera dilakukan melalui rekening masing-masing penerima bantuan.
5. Penyaluran Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter Disalurkan Sekaligus
Selain bantuan tunai, KPM juga akan menerima bantuan pangan tambahan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Penyaluran dilakukan sekaligus agar penerima tidak perlu datang berulang kali untuk mengambil bantuan, sehingga proses distribusi lebih cepat dan efisien.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga