RADAR BOGOR - Penyaluran berbagai jenis bansos memasuki tahap intensif pada Oktober 2025. Sejumlah program seperti PKH, BPNT, bantuan penebalan, hingga subsidi pekerja mulai cair serentak dan bertahap hingga akhir bulan.
Penerima manfaat diimbau untuk segera mengecek rekening KKS di bank penyalur seperti BRI, BNI, BSI, atau Mandiri karena dana sudah mulai masuk sejak pertengahan Oktober.
Berikut rincian delapan jenis bansos yang tengah dicairkan hingga 31 Oktober 2025:
1. Pencairan PKH dan BPNT Susulan
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi dua bantuan utama yang cair lebih awal.
Bagi penerima yang belum menerima tahap sebelumnya, pencairan dilakukan sebagai susulan.
Nilai BPNT sebesar Rp600.000 per keluarga, sedangkan PKH menyesuaikan komponen rumah tangga seperti jumlah anak sekolah, ibu hamil, atau lansia.
Proses transfer kini sudah mulai berjalan dan sebagian penerima bahkan telah menerima saldo masuk di rekening KKS.
2. Bantuan Subsidi Upah (BSU) BPJS Ketenagakerjaan
Program BSU kembali dilanjutkan untuk pekerja atau buruh bergaji di bawah UMP/UMR. Setiap pekerja menerima total Rp600.000 untuk dua bulan pencairan sekaligus.
Penerima dapat memantau statusnya melalui BPJS Ketenagakerjaan karena pencairan dilakukan secara bertahap sepanjang Oktober.
3. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa
BLT Dana Desa tetap berjalan untuk alokasi September-Oktober 2025 dengan nominal Rp300.000 per bulan.
Bantuan ini difokuskan untuk masyarakat miskin ekstrem di pedesaan yang belum mendapatkan program sosial lainnya seperti PKH atau BPNT.
Penyaluran dilakukan langsung oleh pemerintah desa setempat dan pencairan terus berlanjut hingga akhir Oktober.
4. Bantuan Pendidikan Program Indonesia Pintar (PIP)
Program bantuan pendidikan PIP masih berlangsung dan diperuntukkan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA atau sederajat.
Penerima yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau buku rekening simpel dapat memantau saldo bantuan di bank penyalur.
Siswa SD menerima dana melalui Bank BRI, jenjang SMP dan SMA melalui Bank BNI, sementara wilayah Aceh disalurkan oleh Bank BSI.
5. Bantuan Penebalan Rp400.000 untuk KPM PKH-BPNT
Bantuan tambahan sebesar Rp400.000 diberikan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat sebagai alokasi penebalan Juni-Juli 2025.
Fokus utama program ini adalah KPM pemegang KKS baru hasil peralihan dari PT Pos Indonesia atau penerima baru yang belum sempat mencairkan dana sebelumnya.
Proses pencairan berlangsung bersamaan dengan jadwal PKH dan BPNT tahap keempat.
6. Bantuan Permakanan untuk Lansia dan Disabilitas Tunggal
Program bantuan permakanan kembali aktif untuk membantu lansia tunggal serta penyandang disabilitas tunggal.
Bantuan diberikan dalam bentuk makanan siap saji, bukan uang tunai, dengan nilai setara Rp30.000 per hari untuk dua kali makan. Distribusi dilakukan oleh penyedia makanan lokal yang telah ditunjuk di wilayah masing-masing.
7. Bantuan Penebalan Berupa Pangan Oktober-Desember 2025
Selain uang tunai, penyaluran bantuan juga dilakukan dalam bentuk pangan. Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh beras 20 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan untuk alokasi Oktober hingga Desember 2025.
Bantuan ini diarahkan kepada 18,27 juta penerima PKH-BPNT di seluruh wilayah Indonesia.
8. Bantuan Pangan Tambahan untuk KPM BPNT
Khusus penerima BPNT, selain menerima dana reguler, mereka juga mendapatkan tambahan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter.
Proses distribusi sudah mulai dilakukan di sejumlah daerah, dan diperkirakan pencairan nasionalnya dimulai pada akhir Oktober atau awal November 2025.***
Editor : Eli Kustiyawati