RADAR BOGOR - Pemerintah Indonesia kembali menggulirkan berbagai program bantuan sosial (bansos) dan stimulus ekonomi mulai pertengahan Oktober 2025.
Penyaluran bansos melibatkan berbagai kementerian (Kemensos, Kemendikbudristek, Kemenkop UKM, dll) sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional dan percepatan target pengurangan kemiskinan ekstrem menjadi 0% pada akhir 2025.
Pencairan bansos dilakukan secara bertahap melalui berbagai mekanisme, seperti Bank Himbara, PT Pos, atau Kartu KKS Merah Putih, dengan sasaran utama kelompok rentan: keluarga miskin, pelajar, lansia, penyandang disabilitas, dan pelaku usaha mikro.
Berikut adalah enam program bansos dan stimulus yang dijadwalkan cair atau disalurkan mulai 15 Oktober 2025:
1. KIP Kuliah (Kartu Indonesia Pintar Kuliah)
Bantuan di sektor pendidikan ini ditujukan bagi mahasiswa dari keluarga dengan ekonomi kurang mampu.
Pencairan KIP Kuliah untuk penerima baru tahun 2025 sedang berlangsung secara bertahap pada bulan Oktober.
Komponen Bantuan:
Biaya Kuliah Penuh (disesuaikan dengan Uang Kuliah Tunggal/UKT kampus).
Bantuan Biaya Hidup: Bervariasi antara Rp800.000 hingga Rp1,4 juta per bulan, tergantung wilayah perguruan tinggi.
2. Program Indonesia Pintar (PIP)
PIP merupakan bantuan tunai pendidikan bagi peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin.
Pencairan yang berlangsung pada Oktober 2025 termasuk dalam Termin 3 (alokasi Oktober–Desember) dan menjadi kesempatan terakhir bagi penerima baru atau yang tertunda.
Besaran Bantuan per Tahun:
- SD/Sederajat: Rp450.000 (Kelas 1-5) atau Rp225.000 (Kelas 6).
- SMP/Sederajat: Rp750.000 (Kelas 7-8) atau Rp375.000 (Kelas 9).
- SMA/Sederajat: Rp1.800.000 (Kelas 10-11) atau Rp900.000 (Kelas 12).
3. Bantuan ATENSI Yapi (Anak Yatim Piatu)
Kementerian Sosial mulai menyalurkan dana bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) khusus untuk Anak Yatim Piatu (Yapi) melalui Bank Mandiri.
Bantuan ini bertujuan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar anak yang kehilangan orang tua.
Nominal Pencairan: Bantuan yang dicairkan dapat mencapai akumulasi hingga Rp1,8 juta, terutama bagi penerima yang belum mencairkan dana dari periode Januari hingga September 2025.
4. Bantuan Pangan Tambahan (Beras dan Minyak Goreng)
Bantuan ini akan diberikan sebagai "Penebalan" atau tambahan bagi KPM PKH dan BPNT untuk alokasi Oktober–November 2025.
Komoditas yang Disalurkan (One Shot):
Beras: 20 kg (dirapel untuk 2 bulan).
Minyak Goreng: 4 liter (dirapel untuk 2 bulan).
Target Penyaluran: Ditargetkan mulai disalurkan melalui Perum Bulog dan Bapanas pada akhir Oktober 2025.
5. PKH dan BPNT (Tahap 3 Susulan)
Pada pertengahan Oktober, KPM PKH dan BPNT masih melaporkan adanya saldo masuk ke Kartu KKS.
Pencairan ini adalah termin susulan dari alokasi Tahap 3 (Juli-September), bukan Tahap 4 (Oktober–Desember).
Pencairan susulan ini menunjukkan upaya pemerintah menuntaskan penyaluran bagi KPM yang baru tervalidasi atau memiliki dana tertunda.
6. Bansos PKD DKI Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan penyaluran Bantuan Sosial Pemenuhan Kebutuhan Dasar (Bansos PKD) untuk kelompok rentan di ibu kota.
Jenis Bantuan: Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dan Kartu Anak Jakarta (KAJ).
Nominal: Rp300.000 per bulan.
Prediksi Pencairan: Bansos PKD diprediksi mulai cair sekitar 25 Oktober 2025.***
Sumber: YouTube INFO BANSOS