RADAR BOGOR — Kabupaten Banyuwangi resmi ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai satu-satunya daerah di Indonesia yang melaksanakan uji coba pendaftaran bantuan sosial atau bansos digital melalui portal resmi Perlindungan Sosial Nasional (Perlinsos).
Keputusan uji coba bansos digital di Banyuwangi ini disampaikan oleh Dewan Ekonomi Nasional bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bagian dari upaya besar menuju digitalisasi data penerima bansos di seluruh Indonesia.
Uji coba bansos digital di Banyuwangi ini berlangsung hingga 15 Oktober 2025 dan disebut menjadi tonggak awal dalam reformasi sistem penyaluran bantuan sosial.
Ribuan warga Banyuwangi mulai melakukan registrasi baik secara mandiri melalui gawai pribadi, maupun dengan bantuan agen Perlinsos yang telah disebar di berbagai desa dan kelurahan.
Alasan utama Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pertama adalah karena daerah ini dinilai paling siap secara infrastruktur digital dan administrasi kependudukan.
Pemerintah menilai masyarakat Banyuwangi telah memiliki tingkat literasi teknologi yang tinggi dan sistem kependudukan yang tertata dengan baik, sehingga dianggap layak menjadi percontohan nasional.
Sistem baru ini memungkinkan warga melakukan pendaftaran hanya dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan verifikasi wajah, tanpa harus membawa berkas fisik seperti fotokopi KTP atau Kartu Keluarga ke kantor desa.
Bagi warga yang tidak memiliki perangkat ponsel pintar, pendaftaran dapat dibantu oleh perangkat desa, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), atau kader Dasa Wisma yang telah dilatih sebagai agen resmi.
Hal yang menarik, uji coba ini tidak memungut biaya sepeser pun dan bersifat resmi dari pemerintah pusat.
Namun, masyarakat juga diingatkan agar tidak langsung berasumsi bahwa mereka otomatis menjadi penerima bantuan setelah melakukan pendaftaran.
Masih ada tahapan seleksi kelayakan yang akan dilakukan oleh tim ahli kemiskinan nasional.
Seleksi tersebut mencakup proses pencocokan data dengan berbagai basis data lintas lembaga seperti PLN, Pertamina, Samsat, ATR/BPN, hingga lembaga perbankan.
Langkah ini dilakukan demi memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih penerima.
Rencananya, hasil akhir seleksi akan diumumkan paling lambat pada akhir November 2025.
Sementara itu, warga yang merasa tidak puas dengan hasilnya tetap diberi kesempatan untuk mengajukan sanggahan melalui portal Perlinsos hingga akhir Desember 2025.
Program di Banyuwangi ini disebut sebagai prototipe sistem bansos masa depan, sebuah mekanisme baru yang memadukan efisiensi, transparansi, dan kecepatan layanan.
Jika uji coba ini dinilai berhasil, pemerintah berencana memperluas penerapannya ke seluruh wilayah Indonesia pada tahun-tahun berikutnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga