Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kabar Gembira! KPM Akan Terima Bansos Ganda hingga Rp1,8 Juta per Orang pada Akhir 2025

Yosep Awaludin • Kamis, 16 Oktober 2025 | 09:20 WIB
Ilustrasi uang bansos PKH dan BPNT tahap empat tahun 2025.
Ilustrasi uang bansos PKH dan BPNT tahap empat tahun 2025.

RADAR BOGOR - Pemerintah kembali membawa kabar bahagia bagi para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Menjelang akhir 2025, bansos akan segera dicairkan dengan nilai yang lebih besar dari biasanya.

Kali ini, para KPM akan mendapatkan bansos ganda atau dobel sebagai bentuk penebalan bantuan. Nilainya bisa mencapai Rp1.800.000 per orang, tergantung pada kategori penerima dan jenis bantuan yang diterima.

Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang masih aktif sebagai penerima bansos.

Dikutip dari YouTube Nita's TV, berdasarkan informasi terbaru, sebanyak lebih dari 18 juta KPM akan menerima bansos penebalan secara ganda.

Program ini mencakup penerima lama maupun penerima baru yang masih terdaftar dan terverifikasi secara resmi dalam sistem bantuan pemerintah.

Program penebalan ini diberikan di luar bantuan reguler yang sudah biasa diterima, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Jadi, KPM akan menerima dua jenis bantuan sekaligus pada periode Oktober hingga Desember 2025.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok di akhir tahun.

Dalam penjelasan terbaru, penerima bansos kategori BPNT Murni maupun BPNT-PKH dipastikan akan mendapatkan bantuan tambahan berupa sembako dan bantuan tunai.

Artinya, penerima yang mendapatkan sembako secara rutin kini juga berhak atas bansos penebalan. Ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan keluarga penerima manfaat.

Bagi yang penasaran apakah sudah termasuk penerima bansos ganda ini, masyarakat dapat mengeceknya melalui aplikasi Cek Bansos di Play Store.

Di dalam aplikasi tersebut, penerima bisa melihat status verifikasi dan periode bantuan yang akan dicairkan.

Jika statusnya sudah berubah menjadi “berhasil cek rekening”, maka bantuan akan segera masuk ke rekening penerima sesuai jadwal pencairan.

Menariknya, bansos penebalan kali ini tidak hanya berbentuk uang tunai. Penerima juga akan mendapatkan bantuan pangan berupa beras 20 kilogram untuk dua bulan sekaligus, yakni Oktober dan November.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan minyak goreng sebanyak 4 liter, yang merupakan hasil akumulasi bantuan dua bulan pencairan sekaligus.

Dengan kebijakan ini, masyarakat dapat lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan harian tanpa harus menunggu terlalu lama antara satu pencairan dan pencairan berikutnya.

Kebijakan pencairan dobel ini memang dirancang agar masyarakat memiliki cadangan bahan pokok yang cukup menjelang akhir tahun.

Tidak hanya itu, bansos juga mencakup program bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

Para siswa dari tingkat SD hingga SMA yang masuk dalam daftar penerima PIP akan menerima bantuan dana pendidikan dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp225.000 hingga Rp1.800.000 per tahun.

Hal ini bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan biaya.

Untuk memastikan status penerimaan bantuan PIP, masyarakat dapat mengecek langsung di situs resmi pip.kemdikbud.go.id.

Melalui laman tersebut, siswa atau orang tua dapat memasukkan NISN untuk mengetahui apakah termasuk dalam daftar penerima bantuan tahun 2025.

Pemerintah mengingatkan agar penerima segera mencairkan bantuan sesuai jadwal. Sebab, bila bantuan tidak diambil dalam waktu yang telah ditentukan, dana tersebut bisa hangus dan dikembalikan ke kas negara.

Oleh karena itu, KPM diimbau untuk selalu aktif memantau status rekening masing-masing agar tidak kehilangan haknya.

Program bansos ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dengan adanya penyaluran ganda di akhir tahun, diharapkan daya beli masyarakat dapat meningkat dan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

Selain itu, penyaluran bansos penebalan juga menunjukkan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bantuan berupa beras dan minyak goreng diharapkan bisa membantu keluarga penerima dalam menghadapi potensi kenaikan harga bahan pokok menjelang akhir tahun.

Bagi para penerima yang sudah terdaftar, penting untuk memastikan data kependudukan dan rekening bank yang digunakan masih aktif.

Data yang tidak valid dapat menyebabkan keterlambatan dalam pencairan bantuan. Oleh karena itu, KPM diimbau untuk melakukan pembaruan data melalui Dinas Sosial setempat jika diperlukan.

Dengan adanya bansos dobel ini, pemerintah ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam mendapatkan bantuan.

Program ini menjadi salah satu strategi untuk menjaga kesejahteraan rakyat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Pada akhirnya, program bansos ganda akhir tahun 2025 ini diharapkan tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap rakyat kecil.

Semoga seluruh KPM yang berhak dapat memanfaatkan bantuan ini dengan baik dan bijak demi kebutuhan keluarga dan keberlangsungan hidup yang lebih baik di masa mendatang. (Josephine/SV IPB)

Editor : Yosep Awaludin
#kpm #keluarga penerima manfaat #bansos