RADAR BOGOR - Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) PKH susulan ke KPM, terutama untuk menuntaskan alokasi tahap sebelumnya.
Di tengah penantian KPM bansos terhadap PKH dan BPNT Tahap 4, data terbaru menunjukkan adanya pergerakan signifikan pada pencairan PKH susulan.
Informasi mengenai penyaluran bansos PKH susulan ke KPM, dilansir dari YouTube Info Bansos. Berikut rincian yang dirangkum Radar Bogor.
1. Pencairan PKH Susulan (Tahap 3) Massal
Kementerian Sosial (Kemensos) merilis data SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) yang menandakan pencairan PKH susulan Tahap 3 (alokasi Juli–September) masih berlangsung di pertengahan Oktober 2025.
Target Sasaran: Pencairan ini difokuskan pada 372.969 KPM yang merupakan KPM irisan BPNT (penerima BPNT yang juga tervalidasi sebagai penerima PKH).
Mekanisme: Dana disalurkan melalui Kartu KKS di bank penyalur (BRI, BNI, BSI, Mandiri).
Fokus KPM: Selain irisan BPNT, pencairan susulan ini juga menyasar KPM yang baru tervalidasi atau baru menerima Kartu KKS baru, khususnya bagi yang beralih dari penyaluran PT Pos.
Beberapa kabupaten/kota yang dilaporkan paling banyak menerima saldo masuk di KKS antara lain:
Jawa: Pandeglang, Karawang, Lamongan, Bandung, Bojonegoro, Mojokerto, Surabaya, Pamekasan, Sragen, Bantul, Kota Tangerang, Magelang, Malang, Sampang, Kota Bekasi, Tegal, Magetan, Ponorogo, Kabupaten Bekasi.
Sumatra: Lampung Timur, Lampung Utara, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Serdang Bedagai, Simalungan, Tanggamus, Batubara, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Dairi, Musi Rawas.
2. Penyaluran Bansos Melalui PT Pos
Untuk menjangkau KPM di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang sulit diakses bank, Kemensos masih menggunakan penyaluran melalui Kantor Pos.
Laporan Terbaru: Kantor Cabang Pembantu (KCP) Donggala, Sulawesi Tengah, dilaporkan menjadwalkan pencairan PKH Tahap 3 dan BPNT Tahap 3 susulan pada pekan ini, mencakup beberapa kecamatan termasuk Banawa dan Biromaru.
Imbauan: KPM di wilayah 3T wajib memantau pengumuman resmi dari pendamping sosial atau Kantor Pos setempat untuk jadwal pencairan yang lebih spesifik.
3. Perkembangan Status PKH/BPNT Tahap 4
Meskipun PKH dan BPNT Tahap 3 susulan terus dicairkan, status Tahap 4 (Oktober–Desember) masih belum stabil.
Status Hilang: Status verifikasi rekening atau proses cek rekening yang sempat muncul di SIKS-NG untuk BPNT Tahap 4 dan Bantuan Penebalan (November-Desember) kini telah menghilang.
Kesimpulan: Kondisi ini menegaskan bahwa dana Tahap 4 belum cair. KPM diimbau untuk tidak melakukan pengecekan saldo secara berulang hingga ada konfirmasi status SI (Standing Instruction) di sistem.
4. Bantuan Spesifik Lain yang Cair
Selain PKH dan BPNT, dua program bantuan spesifik juga dilaporkan memiliki update status pencairan dan keaktifan:
A. Atensi Anak Yatim Piatu (API)
Status: Dana ATENSI API (Asistensi Rehabilitasi Sosial Anak Yatim Piatu) untuk alokasi Juli–September sebesar Rp600.000 mulai dicairkan ke KKS ATENSI Bank Mandiri atau BSI.
Sasaran: KPM yang memiliki anak yang kehilangan salah satu atau kedua orang tua dan pernah menerima bantuan ATENSI API sebelumnya.
B. Bansos PBI JKN (Iuran BPJS Kesehatan)
Status Keaktifan: Status Bansos PBI JKN (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional) dilaporkan telah kembali aktif di SIKS-NG untuk periode berikutnya (Oktober).
Manfaat: Ini adalah kabar positif bagi KPM bansos karena iuran BPJS Kesehatan (setara Rp42.000/orang/bulan) ditanggung oleh pemerintah, memastikan akses layanan kesehatan gratis (KIS) tetap berjalan bagi seluruh anggota keluarga yang terdaftar.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga