RADAR BOGOR - Enam program bansos resmi mulai dipercepat penyalurannya hingga 31 Oktober 2025. Termasuk PKH dan BPNT.
Salah satu kabar penting yang menarik perhatian adalah status BPNT PKH dan bantuan penebalan Rp400.000 yang kini telah berubah menjadi “SI” atau Standing Instruction, menandakan dana siap diproses ke rekening penerima.
Bukan hanya bansos PKH BPNT saja, tapi ada beberapa bantuan lain yang disebut bakal mulai disalurkan, melansir YouTube Klik Bansos.
Berikut penjelasan rincinya.
Program Indonesia Pintar (PIP) kembali disalurkan untuk anak-anak usia sekolah dari jenjang SD hingga SMA yang telah terdaftar sebagai penerima tahun anggaran 2025 namun belum menerima bantuan sebelumnya.
Besaran dana bantuan berbeda sesuai jenjang pendidikan, yaitu Rp450.000 untuk SD, Rp750.000 untuk SMP, dan Rp1,8 juta untuk SMA.
Seluruh pencairan PIP ditargetkan rampung paling lambat pada 20 Oktober 2025. Orang tua atau wali penerima diimbau segera mengaktifkan rekening bantuan dengan melengkapi berkas seperti fotokopi KTP, KK, akta kelahiran, dan surat keterangan dari sekolah.
2. Bantuan Atensi Yatim Piatu (YAPI)
Bantuan atensi bagi anak-anak yatim, piatu, dan yatim piatu juga termasuk dalam percepatan penyaluran kali ini.
Setiap penerima memperoleh dana sebesar Rp600.000 untuk periode Juli hingga September 2025.
3. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa atau BLT Kemiskinan Ekstrem
Program BLT Dana Desa terus disalurkan bagi masyarakat miskin ekstrem di pedesaan yang tidak tercakup dalam program PKH atau BPNT. Setiap penerima mendapatkan bantuan Rp300.000 per bulan.
Penyalurannya untuk bulan Oktober dilakukan secara bertahap, dengan sistem pencairan yang bisa berbeda di tiap daerah, ada yang menyalurkan setiap bulan, namun ada pula yang menyalurkan per tiga bulan tergantung kebijakan desa masing-masing.
4. Bantuan PKH Validasi dan PKH Susulan
Program Keluarga Harapan (PKH) juga termasuk dalam daftar bansos yang percepatan pencairannya dilakukan bulan ini.
Penyaluran mencakup PKH validasi baru, PKH susulan, serta KPM yang baru beralih dari sistem penyaluran PT Pos Indonesia ke KKS Merah Putih.
KPM pemegang KKS lama yang belum menerima tahap ketiga juga termasuk di dalamnya. Untuk PKH validasi, penerimanya berasal dari data BPNT murni non PKH yang kini masuk daftar baru program tersebut.
Nominal bantuan menyesuaikan dengan komponen rumah tangga, seperti jumlah anak sekolah, ibu hamil, lansia, atau penyandang disabilitas dalam keluarga.
5. Bantuan BPNT dan Penebalan Rp400.000
Sebanyak 18,27 juta keluarga penerima manfaat tercatat sebagai sasaran dalam program BPNT dan penebalan bantuan sebesar Rp400.000.
Status bantuan tersebut kini telah resmi beralih menjadi “SI” atau Standing Instruction, khusus bagi KPM BPNT yang baru berpindah dari PT Pos Indonesia ke KKS Merah Putih.
Dana bantuan BPNT sebesar Rp600.000 dan penebalan Rp400.000 mulai disalurkan sejak pertengahan Oktober dan diperkirakan akan masuk ke rekening penerima dalam waktu satu hingga tujuh hari.
Selain itu, menjelang akhir tahun 2025, penyaluran bantuan penebalan tambahan juga akan dilakukan dalam bentuk bahan pangan, yaitu beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng empat liter untuk dua bulan sekaligus.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga