RADAR BOGOR - Program bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur tahun 2025 terus berjalan di berbagai kabupaten dan kota.
Melansir YouTube Info Bansos, Pemprov Jawa Timur menyalurkan bansos kepada keluarga kurang mampu, petani, serta penyandang disabilitas menggunakan APBD, sebagai bentuk dukungan untuk memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Salah satu penerima bansos, Saefudin, warga Desa Kenteng, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Timur mengaku sangat bersyukur menerima bantuan tersebut.
Saefudin mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp1,2 juta yang akan digunakan untuk modal bertani.
Menurutnya, bantuan ini sangat membantu karena selama ini biaya tanam dan perawatan hasil bumi semakin meningkat.
“Saya akan pakai untuk beli pupuk dan bibit,” ujarnya.
Selain di Kabupaten Semarang, penyaluran bansos juga terpantau di Kota Pasuruan, Jawa Timur, di mana program bantuan sosial daerah tahap kedua telah dimulai sejak September 2025 dan masih berlangsung hingga pertengahan Oktober 2025.
Dalam program ini, sebanyak 724 keluarga kurang mampu mendapatkan bantuan tunai sebesar Rp600.000 untuk periode triwulan. Dana tersebut berasal dari APBD Kota Pasuruan yang ditujukan untuk membantu kebutuhan dasar warga berpenghasilan rendah.
Pemerintah Kota Pasuruan menegaskan bahwa bantuan ini diutamakan bagi warga yang belum menerima program nasional seperti PKH atau BPNT, sehingga bansos daerah ini menjadi tambahan dukungan agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Sementara itu, di wilayah Kabupaten Jombang, penyaluran bantuan sosial Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) tahap 3 juga sedang berlangsung pada bulan Oktober 2025.
Bantuan ini diberikan kepada 153 penyandang disabilitas berat dengan nominal antara Rp300.000 hingga Rp500.000 per penerima, disalurkan secara non tunai melalui rekening penerima atau lembaga penyalur resmi.
Program bansos ASPD ini bersumber dari APBD Kabupaten Jombang dan merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan sosial.
Kepala Dinas Sosial Jombang menyebutkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan penyandang disabilitas, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, dan alat bantu.
Dengan berbagai program bansos dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Proses pencairan terus dilakukan secara bertahap dan dipastikan tepat sasaran, transparan, serta terpantau langsung oleh Dinas Sosial dan pendamping lapangan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga