RADAR BOGOR – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat kembali digulirkan dengan target penerima yang sangat luas.
Mulai 20 Oktober 2025, penyaluran dana bantuan sosial (bansos) ini akan dimulai dan diharapkan mampu membantu jutaan keluarga memenuhi kebutuhan pokok mereka menjelang akhir tahun.
1. Jadwal Penyaluran dan Periode Pemberian
BLT Kesejahteraan Rakyat akan disalurkan dalam tiga bulan berturut-turut, yakni Oktober, November, dan Desember 2025.
2. Jumlah Penerima Mencapai 35 Juta KPM
Sebanyak 35.046.783 keluarga penerima manfaat (KPM) tercatat akan menerima BLT ini. Jika setiap keluarga diasumsikan terdiri atas empat anggota, yaitu ayah, ibu, dan dua anak, maka program ini diperkirakan menjangkau hingga 140 juta jiwa.
3. Sasaran Berdasarkan Desil Ekonomi
Penentuan penerima dilakukan berdasarkan kategori desil ekonomi, yakni desil 1 hingga 4.
Artinya, bantuan diarahkan kepada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah menurut data sosial dan sensus ekonomi nasional.
4. Tambahan di Luar Program BLT Reguler
Bantuan ini bukan pengganti, melainkan tambahan dari program BLT reguler yang sudah berjalan setiap bulan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako.
BLT Kesejahteraan Rakyat diharapkan dapat membantu masyarakat di luar bansos reguler yang sudah diterima oleh 20,88 juta KPM.
5. Mekanisme Penyaluran Melalui Dua Jalur
Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua mekanisme agar distribusi berjalan cepat dan merata.
Sebanyak 18,3 juta KPM akan menerima bantuan melalui bank-bank Himbara dan dijadwalkan mulai cair minggu depan.
Sementara itu, 17,2 juta KPM lainnya akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia mulai Senin mendatang.
Dengan pembagian ini, diharapkan proses penyaluran berjalan lancar tanpa menimbulkan penumpukan antrean.
6. Acara Simbolis Pencairan Perdana
Sebagai tanda dimulainya program ini, dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 50 orang penerima baru.
Mereka merupakan masyarakat yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bansos apa pun.
Momen ini menjadi simbol inklusivitas penyaluran bantuan yang kini menjangkau lapisan masyarakat lebih luas.***
Editor : Eli Kustiyawati