RADAR BOGOR — Pemerintah kembali bersiap menyalurkan bantuan pangan nasional berupa beras dan minyak goreng kepada jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Namun, sebelum penyaluran dimulai, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) mencatat adanya pergeseran signifikan dalam jumlah penerima di berbagai daerah.
Dalam sosialisasi yang digelar secara daring beberapa waktu lalu, Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Rachmi Widiriani, menjelaskan bahwa program ini menunggu transfer Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Kementerian Keuangan untuk segera dijalankan.
Baca Juga: Status Bansos PKH dan BPNT Tahap 4 Belum Aktif di SIKS NG, KPM Produktif Lebih dari 5 Tahun Diimbau Segera Graduasi Mandiri
"Begitu ABT masuk, maka pada hari yang sama, Bapak Kepala Badan akan menandatangani surat penugasan, jadi satu hari setelah itu, Bulog bisa melaksanakan penyaluran bantuan pangan", ujar Rachmi sebagaimana dilansir dari laman badanpangan.go.id.
DTSEN Alami Pergeseran Penerima
Data terbaru per 26 September 2025 menunjukkan bahwa wilayah Indonesia bagian timur mendapat tambahan penerima, sementara beberapa provinsi di barat justru berkurang.
Sebagai contoh, NTT kini memiliki 653,7 ribu penerima bantuan, meningkat 48,4 ribu dari periode sebelumnya.
Papua Pegunungan naik menjadi 152,5 ribu penerima, dan Sulawesi Tengah bertambah hingga 9,1 ribu keluarga.
Baca Juga: Berkunjung ke Pasar Ciawi Tasikmalaya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Blak-blakan Ungkap Masalah yang Harus Segera Dibenahi
Namun, jumlah total penerima nasional tidak berubah, yakni 18,27 juta keluarga penerima bantuan pangan (PBP).
Badan Pangan Nasional menargetkan penyaluran bantuan selesai pada akhir November 2025.
Setiap penerima akan mendapatkan 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang disediakan langsung oleh Bulog dan pabrikan.
Rachmi juga menekankan pentingnya pengawasan langsung dari dinas pangan daerah agar mutu bahan pangan terjaga.
Penyaluran bantuan pangan kali ini harus berjalan sempurna tanpa kesalahan dan semua bantuan yang dikirim Bulog harus melalui quality control yang ketat.
Dengan kesiapan penuh NFA, Bulog, dan pemerintah daerah, masyarakat penerima manfaat kini tinggal menunggu kabar baik penyaluran bantuan pangan Oktober–November akan segera dimulai begitu dana ABT resmi masuk.