RADAR BOGOR - Pemerintah mengumumkan pencairan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) yang akan mulai disalurkan pada Senin, 20 Oktober 2025.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam konferensi pers di Jakarta.
Dilansir dari Youtube Sekretariat Presiden, Airlangga menyampaikan BLT Kesra merupakan bantuan sosial terbaru yang berbeda dari program reguler seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai).
Kriteria penerima bantuan ini menyasar keluarga penerima manfaat (KPM) yang masuk dalam desil 1 hingga 4, berdasarkan data tunggal ekonomi sosial nasional (DTSEN).
Baca Juga: KPM Harus Paham, Inilah 5 Tujuan Kemensos Salurkan Bansos PKH Tahap 4 Periode Oktober-Desember 2025
Total penerima BLT Kesra mencapai 35 juta lebih KPM di seluruh Indonesia, dari jumlah tersebut, sekitar 18,3 juta keluarga akan menerima bantuan melalui bank-bank Himbara, sementara 17,2 juta keluarga lainnya akan mendapatkannya lewat Pos Indonesia.
Pemerintah menyiapkan anggaran hingga Rp30 triliun untuk program ini, yang akan disalurkan dalam tahap keempat periode Oktober hingga Desember 2025.
Jika dihitung dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat orang, bantuan ini diperkirakan menjangkau lebih dari sekitar 140 juta warga Indonesia.
Baca Juga: Update Hasil Pengecekan Bansos BPNT Murni Tahap 4, Ternyata KKS KPM di Daerah Ini Belum Terisi
Pada acara yang sama, pemerintah juga menyalurkan secara simbolis BLT Kesra kepada 50 KPM yang belum pernah menerima bansos sebelumnya di Kantor Pos Indonesia, Jumat 17 Oktober 2025.
Selain itu, Airlangga turut mengumumkan program magang bagi lulusan baru perguruan tinggi. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja bagi para fresh graduate, baik di sektor usaha, industri, maupun BUMN.
Dengan total nilai penyaluran bantuan sosial tahap keempat mencapai Rp46,2 triliun, yang terdiri dari Rp16,2 triliun untuk bantuan reguler dan Rp30 triliun untuk BLT Kesra.
Diharapkan melalui program penyaluran bansos, pemerintah menginginkan program ini bisa mendorong daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.