RADAR BOGOR - Menjelang akhir Oktober 2025, berbagai jenis bantuan sosial (bansos) mulai memasuki masa pencairan.
Dalam video dari kanal YouTube Klik Bansos dijelaskan secara rinci sejumlah program yang sedang berjalan maupun segera dicairkan dalam waktu dekat untuk KPM (Keluarga Penerima Harapan).
Seluruh informasi di bawah ini dirangkum berdasarkan penjelasan dari kanal tersebut.
1. Bantuan Penebalan Tahap Keempat
Program ini memberikan tambahan kebutuhan pokok kepada 18,3 juta KPM penerima BPNT atau bantuan sembako.
Setiap keluarga akan menerima 20 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan.
Berdasarkan aplikasi SIKS NG, statusnya kini sudah memasuki proses pengecekan rekening, yang menandakan penyaluran segera dimulai.
Diperkirakan, pencairan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November 2025, menyesuaikan jadwal distribusi di masing-masing daerah.
2. Bantuan Penebalan Susulan Rp400.000
Bantuan ini diberikan khusus untuk keluarga penerima manfaat yang belum mendapatkan dana penebalan pada periode Juni-Juli 2025.
Umumnya, penerima berasal dari kelompok peralihan sistem pembayaran, yakni dari PT Pos Indonesia ke rekening KKS Merah Putih.
Proses pencairannya sudah kembali dimulai sejak awal Oktober dan akan terus berlanjut hingga seluruh data tersalurkan.
3. Bantuan Tambahan Program Indonesia Pintar (PIP)
Lebih dari 18 juta siswa yang terdaftar dalam SK penerima PIP tahun anggaran 2025 dijadwalkan menerima pencairan bantuan.
Setelah sebelumnya penyaluran difokuskan kepada siswa kelas akhir pada April-Mei, kini giliran siswa kelas berjalan yang akan menerima dana secara bertahap sepanjang Oktober 2025.
Nominal bantuan berkisar antara Rp450.000 hingga Rp1.800.000, tergantung jenjang pendidikan yang ditempuh.
4. Bantuan ATENSI Yatim Piatu
Program ATENSI ditujukan bagi anak-anak di bawah usia 18 tahun yang berstatus yatim piatu, termasuk mereka yang berasal dari keluarga fakir miskin, rentan disabilitas, atau tidak mampu.
Nilai bantuannya mencapai Rp200.000 per bulan. Saat ini, pencairan tengah dilakukan untuk alokasi bulan Juli, September, dan Oktober 2025, sebagai bagian dari upaya keberlanjutan program perlindungan sosial anak.
5. Program Bantuan Permakanan
Bantuan ini menyasar lansia tunggal dan penyandang disabilitas tunggal. Mereka akan menerima makanan siap saji senilai Rp30.000 per hari untuk dua kali makan.
Menu yang disediakan mencakup nasi, lauk pauk, potongan buah, serta air mineral. Program ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan langsung berupa makanan yang diantar oleh penyedia jasa yang ditunjuk pemerintah daerah.
6. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD)
BLT Dana Desa diberikan kepada warga miskin ekstrem yang tinggal di wilayah desa dan tidak tercatat sebagai penerima PKH maupun BPNT.
Setiap penerima berhak atas dana Rp300.000 per bulan. Mekanisme pencairannya bergantung pada kebijakan masing-masing pemerintah desa, ada yang menyalurkannya per bulan, namun sebagian menyalurkannya sekaligus untuk tiga hingga empat bulan ke depan.
7. Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra)
Program ini menjadi salah satu yang paling dinanti karena melibatkan total anggaran sekitar Rp1 triliun untuk 30 juta KPM.
Dari jumlah tersebut, 18,2 juta KPM penerima PKH dan BPNT akan mencairkan dana melalui bank-bank Himbara, sementara 17,2 juta KPM baru akan menerima melalui PT Pos Indonesia.
Bantuan diberikan sebesar Rp300.000 per bulan selama tiga bulan, mulai Oktober hingga Desember 2025, sehingga totalnya mencapai Rp900.000 per KPM.
Berdasarkan informasi dari kanal Klik Bansos, penyaluran tahap awal dijadwalkan dimulai pada pekan depan dan diprioritaskan bagi masyarakat dalam kategori desil 1 hingga desil 4.
8. Pencairan Reguler PKH dan BPNT Oktober 2025
Program PKH dan BPNT reguler tetap berjalan di bulan Oktober, terutama bagi penerima baru dan KPM yang mengalami perpindahan sistem dari PT Pos ke rekening KKS Merah Putih.
Selain pencairan reguler, juga sedang dilakukan pencairan susulan untuk tahap ketiga yang belum tersalurkan.
Jumlah penerima yang belum mencairkan dana diperkirakan mencapai 1,9 juta KPM, dan pemerintah menargetkan seluruhnya tuntas sebelum 30 Oktober 2025.
9. Proses Lanjutan PKH dan BPNT Tahap Keempat
Selain penyaluran reguler, kanal Klik Bansos menjelaskan bahwa tahap keempat PKH dan BPNT juga sudah mulai diproses.
Tahap ini menjadi bagian dari penyaluran akhir tahun yang memastikan tidak ada penerima yang tertinggal. Pencairan akan berlangsung secara bertahap menyesuaikan validasi data terbaru dari SIKS NG dan kesiapan lembaga penyalur.
10. Jadwal Akhir Penyaluran dan Pemantauan Bansos
Seluruh jenis bantuan sosial yang dijelaskan di atas akan disalurkan mulai minggu ketiga hingga akhir Oktober 2025.
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari aplikasi SIKS NG atau melalui pendamping sosial di wilayah masing-masing agar tidak terlewat jadwal pencairan.***
Editor : Eli Kustiyawati