RADAR BOGOR – Dalam laporan terbaru yang diulas oleh kanal Sukron Channel, bansos (bantuan sosial) berupa BLT Kesra (Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat) disebut mulai disalurkan pada pekan ini kepada jutaan penerima melalui mekanisme perbankan dan PT Pos Indonesia.
Masyarakat diimbau untuk tetap bersabar karena proses penyaluran bansos ini dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan lembaga penyalur.
1. Informasi Dasar BLT Kesra
BLT Kesra adalah bantuan tunai senilai Rp900.000 yang diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat berpenghasilan rendah dalam menghadapi tekanan ekonomi di akhir tahun.
Berdasarkan penjelasan dalam video, total penerima program ini mencapai sekitar 35,4 juta KPM.
Pengumuman resmi penyaluran dijadwalkan mulai Senin, 20 Oktober 2025, menandai dimulainya proses transfer dana ke rekening penerima yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
2. Status Penyaluran dan Total Bantuan di KKS
Dalam beberapa hari terakhir, muncul laporan dari sejumlah daerah mengenai saldo Rp1.500.000 yang masuk ke KKS.
Nilai tersebut diperkirakan merupakan gabungan antara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 4 sebesar Rp600.000 dan BLT Kesra sebesar Rp900.000.
Namun dijelaskan bahwa laporan saldo tersebut tidak serta-merta menandakan semua penerima sudah cair.
Berdasarkan keterangan yang dikutip dari pernyataan Menteri Sosial, dana untuk lebih dari 8 juta KPM sudah disalurkan ke Bank Himbara (BNI, BRI, Mandiri, dan BSI) untuk proses tahap awal.
Sementara itu, pencairan ke KKS akan berlangsung bertahap dalam waktu satu hingga tiga minggu atau lebih.
Sejumlah laporan saldo Rp1,5 juta yang sudah muncul di rekening diduga merupakan sisa pencairan PKH Tahap 2 atau 3, sebab PKH dan BPNT Tahap 4 belum resmi disalurkan.
Prediksi kuat menyebutkan bahwa BLT Kesra akan cair bersamaan atau setelah penyaluran tahap 4 dari PKH atau BPNT yang diperkirakan berlangsung antara Oktober hingga Desember 2025.
3. Kriteria dan Verifikasi Penerima Berdasarkan Desil 1–4
Penyaluran BLT Kesra difokuskan bagi keluarga yang masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSen) dengan desil 1 sampai 4, yaitu kelompok masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rentan.
Penerima Program Keluarga Harapan (PKH) memiliki peluang besar untuk menerima BLT Kesra karena umumnya berada dalam kategori tersebut.
Namun tidak semua keluarga di desil 1–4 otomatis menerima bantuan.
Sebelum pencairan dilakukan, data penerima akan diverifikasi ulang melalui SIKS-NG atau sistem lain untuk memastikan kelayakan terkini.
Proses ini dilakukan karena sebagian data di Cek Bansos atau hasil pendataan P3KE mungkin sudah tidak relevan dengan kondisi terbaru.
Jika ada keluarga yang kondisi ekonominya sudah membaik, mereka bisa dinyatakan tidak layak lagi menerima bantuan meskipun tercatat di desil bawah.
4. Mekanisme dan Jalur Penyaluran BLT Kesra
Penyaluran BLT Kesra dilakukan melalui dua mekanisme utama.
Pertama, melalui Bank Himbara untuk penerima yang telah memiliki KKS dan sudah masuk dalam daftar penerima PKH atau BPNT.
Dana akan langsung ditransfer ke rekening dan dapat dicek melalui mesin ATM, agen bank, atau e-warong.
Kedua, melalui PT Pos Indonesia bagi masyarakat yang tidak memiliki KKS atau tidak termasuk penerima PKH/BPNT.
Pihak PT Pos akan memanggil penerima ke kantor pos atau lokasi penyaluran di desa.
Bagi lansia atau penerima yang sakit, petugas akan melakukan penyaluran langsung ke rumah.
Proses ini memerlukan waktu karena dilakukan secara bergelombang dan menyesuaikan kesiapan wilayah.
Video dari Sukron Channel menegaskan bahwa penyaluran BLT Kesra tidak dilakukan serentak di seluruh daerah.
Proses transfer dan verifikasi membutuhkan waktu agar dana benar-benar tersalurkan kepada penerima yang berhak dan datanya sudah tervalidasi.***
Editor : Eli Kustiyawati