Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Info Penting! BPNT dan BLTS Tahap 4 Mulai Cair, Rp1,5 Juta Siap Masuk KKS, Cek Jadwal dan Cara Ambilnya

Khairunnisa RB • Rabu, 22 Oktober 2025 | 10:30 WIB
KPM yang menerima BPNT dan BLT Kesra Oktober 2025.
KPM yang menerima BPNT dan BLT Kesra Oktober 2025.

RADAR BOGOR – Pemerintah kembali menggulirkan bantuan sosial (bansos) besar-besaran di penghujung tahun 2025.

Melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS), Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan bahwa pencairan tahap keempat telah dimulai sejak Senin, 20 Oktober 2025.

Kabar baik ini membuat jutaan warga tersenyum lega.

Pasalnya, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan menerima total bantuan sebesar Rp1,5 juta, terdiri dari Rp600 ribu BPNT reguler dan Rp900 ribu tambahan BLTS.

Tambahan ini diberikan menyusul arahan langsung Presiden untuk memperkuat daya beli masyarakat jelang akhir tahun.

Bantuan ini diberikan kepada KPM dalam kategori desil 1–4 di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menggambarkan kondisi ekonomi rumah tangga paling rentan.

Program BPNT dan BLTS ini menjadi bagian dari stimulus ekonomi nasional yang menyasar lebih dari 35 juta keluarga atau sekitar 140 juta jiwa penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Nilai total bantuan sosial yang digelontorkan pemerintah untuk periode ini mencapai Rp31,5 triliun, menjadikannya salah satu penyaluran bansos terbesar dalam sejarah Kemensos.

Selain BPNT, penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) juga terus berjalan dengan nilai bantuan bervariasi hingga Rp3 juta per triwulan untuk kategori tertentu seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, dan penyandang disabilitas.

Pemerintah juga mendistribusikan beras bansos 20 kg per keluarga melalui Bulog dengan total penyaluran mencapai 18,3 juta ton.

Dilansir dari kanal YouTube INFO BANSOS, pencairan BLTS dan BPNT tahap 4 dilakukan secara bertahap dan terjadwal agar tepat sasaran.

Baca Juga: Pro Lingkungan dan Berdampak Sosial, BRI Peduli Dorong Penerapan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan

Menariknya, tambahan Rp900 ribu yang diterima KPM disebut sebagai penebalan bansos, artinya pemerintah tidak hanya mempertahankan bantuan reguler, tetapi juga meningkatkan nilainya untuk memperluas dampak ekonomi ke masyarakat.

Data penerima BPNT dan BLTS mengacu pada pembaruan data DTSEN setiap tiga bulan sekali, menggantikan DTKS lama agar distribusi bantuan lebih akurat dan transparan.

Pemerintah memastikan tidak ada tumpang tindih data antar program sosial.

Secara keseluruhan, total anggaran bansos yang dikelola Kemensos sepanjang 2025 mencapai lebih dari Rp110 triliun, menjadikannya tahun dengan realisasi bantuan sosial terbesar sepanjang sejarah.

Dengan cairnya BPNT dan BLTS tahap 4 ini, pemerintah berharap dapat menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun, menekan kemiskinan ekstrem, serta memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari perlindungan sosial nasional.(**)

Sumber naskah: YouTube/Info Bansos

Editor : Alpin.
#bantuan sosial #BLTS 2025 #bpnt #kks