RADAR BOGOR - Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebagai tambahan stimulus ekonomi untuk masyarakat di akhir tahun, selain adanya bansos PKH BPNT.
Melansir YouTube Nita's TV, program ini memberikan bantuan tunai senilai Rp900.000 per keluarga, yang mencakup alokasi tiga bulan: Oktober, November, dan Desember 2025. Di luar bansos reguler PKH BPNT.
Program BLT Kesra ini menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari segi nominal maupun jumlah penerima, dibandingkan program BLT sebelumnya, atau juga bansos PKH BPNT biasa.
Penting untuk dicatat, BLT Kesra ini merupakan bantuan tambahan (penebalan) dan diberikan di luar bantuan reguler yang disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos), seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Dikutip dari YouTube Nita's TV, KPM yang memenuhi syarat dapat menerima bansos ganda: bantuan reguler (jika terdaftar di PKH/BPNT) dan BLT Kesra.
Penyaluran dana BLT Kesra dibagi menjadi dua jalur utama berdasarkan status kepemilikan Kartu KKS dan kepesertaan dalam bansos reguler:
- Melalui Bank Himbara (BRI, BNI, BSI, Mandiri):
- Ditujukan untuk 18,3 juta KPM.
- Dana akan ditransfer langsung ke Kartu KKS Merah Putih.
Pencairan secara massal dijadwalkan akan dimulai segera, diperkirakan efektif pada minggu depan.
Melalui PT Pos Indonesia:
Ditujukan untuk 17,2 juta KPM, sebagian besar adalah penerima baru yang belum memiliki KKS.
Pencairan tunai di Kantor Pos dijadwalkan akan dimulai lebih awal, yaitu pada Senin, 20 Oktober 2025.
Sebagai penanda dimulainya program, penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan kepada 50 orang KPM yang sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan sosial.
Program BLT Kesra ini diharapkan dapat menjadi jaring pengaman sosial yang kuat, khususnya bagi kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah (Desil 1-4), untuk menjaga daya beli di akhir tahun.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga