RADAR BOGOR - Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bansos program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebesar Rp900.000 untuk periode Oktober 2025 melalui KKS.
Berdasarkan pembaruan resmi, proses pencairan bansos BLT Kesra sudah mulai dilakukan baik melalui rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) maupun lewat Kantor Pos bagi penerima tanpa rekening.
Selain BLT Kesra, sejumlah bansos lain seperti PKH dan BPNT juga mulai dicairkan ke KKS secara bertahap di berbagai daerah.
1. Surat Perintah Pencairan Resmi Diterbitkan
Kemensos RI telah mengeluarkan Surat Perintah Pencairan resmi untuk BLT Kesra Rp900.000 sebagai dasar dimulainya distribusi dana ke rekening penerima.
Menteri Sosial Saifulah Yusuf menyampaikan bahwa proses transfer melalui bank-bank Himbara (BSI, BRI, Mandiri, dan BNI) sudah berjalan sejak awal minggu ini.
Dengan keluarnya surat tersebut, proses penyaluran bantuan kini berjalan serentak di berbagai wilayah, menandai dimulainya tahap pencairan untuk jutaan penerima.
2. Juknis Pencairan Melalui Dua Mekanisme
Petunjuk teknis (juknis) pencairan BLT Kesra dijelaskan dalam dua mekanisme utama. Pertama, penyaluran non-tunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi penerima aktif program PKH atau BPNT yang telah memiliki kartu.
Dana akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing melalui empat bank Himbara. Kedua, pencairan tunai melalui Kantor Pos bagi masyarakat berstatus Desil 1-4 yang belum memiliki KKS dan belum pernah menerima bansos sebelumnya.
Dua jalur ini dibuat agar distribusi dana lebih cepat dan tidak terhambat oleh kendala administrasi.
3. Proses Penyaluran BLT Kesra Sudah Dimulai
Penyaluran BLT Kesra dilaporkan telah dimulai sejak hari Senin sebelumnya. Sekitar 8 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah diproses dan mulai menerima transfer dana di rekening KKS mereka.
Proses ini merupakan bagian dari target nasional yang akan menyentuh hingga 35 juta penerima secara bertahap. Pihak Kemensos memastikan sistem penyaluran terus dipantau agar tidak ada keterlambatan atau data ganda di lapangan.
4. Pendampingan dari Kemensos dan Petugas Sosial Daerah
Dalam rangka memastikan penyaluran tepat sasaran, Kemensos telah mengirim surat pendampingan kepada seluruh pendamping sosial di daerah.
Pendamping bertugas mengawasi jalannya pencairan, membantu proses validasi data, serta memberikan arahan kepada penerima yang mengalami kendala teknis.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga transparansi dan ketepatan distribusi dana bantuan.
5. Cara Mengecek Nama Penerima BLT Kesra Rp900.000
Untuk mengetahui apakah nama seseorang terdaftar sebagai penerima BLT Kesra, masyarakat dapat melakukan pengecekan dengan dua cara.
Bagi KPM yang sudah memiliki KKS, pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos resmi Kemensos.
Pastikan status bansos tidak “tereksklusi” (dikeluarkan dari daftar) dan penerima termasuk dalam kategori Desil 1-4, karena hanya kelompok tersebut yang berhak mendapatkan bantuan.
Sementara itu, bagi masyarakat yang belum pernah menerima bantuan, pengecekan dapat dilakukan di kantor kelurahan atau desa dengan membawa Kartu Keluarga (KK).
Petugas operator akan memverifikasi data melalui SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation) pada menu Verifikasi Usulan sesuai arahan Kemensos.
6. Bansos Lain yang Cair Bersamaan
Selain BLT Kesra, pemerintah juga mulai menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap terbaru. Bantuan ini kini disalurkan melalui rekening KKS bagi penerima yang sebelumnya menerima dana lewat Kantor Pos.
Komponen PKH mencakup dukungan untuk pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan anak. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan tidak serentak, menyesuaikan jadwal transfer di tiap wilayah.
Informasi lengkap mengenai pencairan BLT Kesra Rp900.000 dan bansos lain pada periode Oktober 2025 ini disampaikan dalam tayangan dari kanal Youtube Cek Bansos.