RADAR BOGOR – Kabar yang ditunggu-tunggu jutaan warga akhirnya datang juga. Pemerintah resmi memulai pencairan bantuan sosial (bansos) besar-besaran untuk bulan Oktober 2025.
Yang membuat heboh, kali ini bukan satu atau dua, tetapi empat jenis bantuan sekaligus cair bersamaan ke rekening para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Klik Bansos, sejumlah penerima melaporkan bahwa dana dan bantuan pangan sudah masuk ke rekening dan mulai didistribusikan langsung ke warga.
Status di sistem pencairan tercatat “SI” (siap cair), dan beberapa bank penyalur seperti BNI dan BRI telah memproses ribuan transaksi bantuan sosial.
Seorang KPM dari Jakarta Timur mengaku sudah menerima bantuan dengan nominal Rp1 juta. Tak hanya di Ibu Kota, laporan serupa juga datang dari Depok, Kaliabang, hingga Bojongsari. Banyak warga mengaku saldo mereka mendadak bertambah setelah berhari-hari menunggu kabar.
Dari hasil verifikasi, KPM yang beruntung kali ini mendapatkan empat bantuan sekaligus dalam satu waktu:
• Beras 20 kilogram dari Bulog
• Minyak goreng 4 liter
• Bantuan uang tunai penebalan Rp400.000
• BLT Kesra senilai Rp900.000 untuk tiga bulan sekaligus
Total nilai bantuan mencapai Rp1,3 juta lebih, belum termasuk nilai beras dan minyak goreng.
Menurut keterangan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun 2025.
BLT Kesra diberikan sebesar Rp300.000 per bulan untuk tiga bulan, dicairkan sekaligus kepada 35 juta KPM di desil 1 hingga 4.
Ia menegaskan bahwa program ini merupakan hasil percepatan kebijakan ekonomi nasional guna menjaga stabilitas harga pangan dan konsumsi rumah tangga.
Selain itu, ada kategori penerima khusus yang mendapat keistimewaan kali ini, yaitu KPM peralihan dari PT Pos Indonesia ke KKS Merah Putih. Kelompok inilah yang disebut paling banyak menerima pencairan empat bansos sekaligus.
Pemerintah juga menyebutkan bahwa kelompok tersebut akan menjadi prioritas dalam proses verifikasi dan penyaluran tahap berikutnya.
Menariknya, beberapa penerima melaporkan jumlah yang diterima sedikit berbeda. Ada yang mendapat Rp900 ribu, Rp950 ribu, hingga Rp1 juta.
Hal ini disebabkan oleh perbedaan komponen bantuan, tergantung jumlah tanggungan keluarga dan status verifikasi data di aplikasi Kemensos.
Sementara itu, untuk bantuan tahap IV (periode Oktober–Desember 2025), pemerintah menyatakan prosesnya sudah dalam tahap penyelesaian akhir.
Pemerintah berharap pencairan ini dapat menyegarkan perekonomian masyarakat kecil menjelang akhir tahun.
Dengan cairnya bantuan tunai dan pangan secara bersamaan, diharapkan masyarakat bisa menutupi kebutuhan dasar tanpa harus berutang.***
Editor : Eli Kustiyawati