RADAR BOGOR - Kemensos mengatakan proses penyaluran bansos Bantuan Langsung Tunai (BLT) terus berjalan, dengan total 16 juta rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sudah berstatus siap transfer (salur) per hari ini.
Melansir YouTube Info Bansos, penyaluran bansos BLT ke KPM melalui jalur perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), seperti BRI, BNI, BSI, dan Mandiri.
Meskipun demikian, jutaan KPM mempertanyakan mengapa saldo bansos BLT tunai tersebut, yang bernilai total Rp900.000 (untuk 3 bulan), belum masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka, padahal penyaluran simbolis sudah dimulai sejak Jumat, 17 Oktober 2025 lalu.
Dikutip dari kanal YouTube Info Bansos, Menteri Sosial (Mensos), Gus Ipul (Saifullah Yusuf), memberikan kejelasan mengenai dua jenis bansos BLT yang disalurkan ke KPM serta hambatan yang terjadi.
16 Juta KPM Siap Cepat Via Bank Himbara
Mensos Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyaluran BLT dibagi menjadi dua kategori, yaitu BLT Reguler dan BLT Sementara (BLTS).
1. BLT Reguler: Ini adalah bantuan yang disalurkan melalui Bank Himbara (BRI, BNI, BSI, Mandiri).
Hingga kini, 16 juta KPM yang memiliki rekening KKS sudah dalam proses penyaluran dan diharapkan saldo akan segera masuk.
Mekanisme penyaluran melalui Himbara ini dipastikan tanpa biaya potongan dari penerima.
2. BLT Sementara (Tambahan): Bantuan ini ditujukan bagi penerima baru dan akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.
BLT Rp900.000 dan Rp1,5 Juta, Cek Rincian yang Anda Terima
Bantuan yang disalurkan mencakup dana BLT sementara selama tiga bulan, yang dicairkan sekaligus.
- Penerima BLT Baru: Murni menerima BLT sementara sebesar Rp900.000.
- Penerima Reguler (Sembako): Menerima bantuan sembako (sebelumnya Rp600.000) ditambah BLT sementara sebesar Rp900.000. Total bantuan yang bisa mereka terima mencapai Rp1,5 juta.
Mengapa BLT Sementara di PT Pos terlambat?
Angin segar mengenai BLT Sementara yang dijanjikan cair mulai Senin, 20 Oktober 2025 lalu, ternyata belum merata. Mensos mengakui adanya kendala.
Keterlambatan ini disebabkan oleh proses konsolidasi dan pemadanan data. Data KPM baru yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) harus dipastikan mana yang sudah memiliki rekening dan mana yang belum.
Mensos bahkan meminta bantuan pemerintah daerah (Dinas Sosial) se-Indonesia untuk mempercepat proses print out hasil pemadanan data penerima baru, dengan target selesai paling lambat satu minggu kedepan. Setelah itu, penyaluran BLT sementara via PT Pos baru akan bisa dilakukan.
Sementara itu, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, secara terpisah juga mengonfirmasi keterlambatan pencairan di PT Pos, dengan alasan logistik penyaluran masih dipersiapkan.
Tanda Anda Penerima, Kriteria Desil 1-4
Mensos mengingatkan bahwa bantuan ini hanya ditujukan bagi mereka yang memenuhi kriteria, yaitu masyarakat yang berada di desil 1, 2, 3, dan 4 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Masyarakat penerima bantuan diimbau untuk menggunakan dana bantuan ini secara bijak untuk kebutuhan pokok dan menghindari penggunaan untuk hal-hal yang tidak produktif.
KPM juga diimbau untuk secara berkala mengecek saldo di KKS masing-masing. Informasi akurat dan update status penerima juga dapat dilihat melalui aplikasi yang telah disiapkan oleh Pusdatin Kemensos.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga