RADAR BOGOR – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan pembaruan terkait proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) senilai Rp900.000, serta perkembangan pencairan bansos reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Informasi ini berdasarkan kanal YouTube Diary Bansos dan ditujukan bagi seluruh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), mengingat sebagian bantuan masih dalam tahap verifikasi dan belum dapat dicairkan hingga akhir bulan Oktober.
1. Proses BLT Kesra Rp900.000 untuk Periode Oktober–Desember 2025
Berdasarkan laporan terbaru, hingga saat ini belum ada KPM yang menerima pencairan BLT Kesra Rp900.000.
Bantuan tersebut masih dalam tahap verifikasi dan validasi kelayakan di tingkat daerah melalui sistem SIKS-NG yang dikelola oleh aparat desa dan kelurahan.
Data calon penerima bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan prioritas bagi masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4, yakni kelompok ekonomi terbawah yang membutuhkan dukungan kesejahteraan.
Proses verifikasi diperkirakan selesai paling lambat pada tanggal 28 Oktober 2025. Dengan demikian, penyaluran BLT Kesra kemungkinan baru dapat dilakukan setelah tanggal tersebut.
Namun, pemerintah membuka peluang percepatan pencairan di beberapa wilayah apabila data penerima sudah dinyatakan lengkap dan valid lebih awal.
Mekanisme penyaluran BLT Kesra dibagi menjadi dua golongan besar.
Golongan pertama mencakup sekitar 18 juta penerima yang telah terdaftar dalam program reguler Kemensos, seperti PKH atau BPNT, dan sudah memiliki KKS atau rekening di bank Himbara. Mereka akan menerima transfer langsung melalui BRI, BNI, Mandiri, atau BSI.
Sementara itu, golongan kedua mencakup sekitar 17 juta penerima yang belum memiliki rekening dan belum pernah menerima bantuan sosial reguler.
Untuk kelompok ini, pencairan akan dilakukan secara tunai melalui PT Pos Indonesia di titik komunitas atau kantor pos cabang, termasuk layanan pengantaran langsung bagi penyandang disabilitas berat, lansia, dan penerima dengan kondisi kesehatan tertentu.
2. Pencairan PKH dan BPNT Hari Ini
Selain BLT Kesra, laporan terbaru menunjukkan bahwa sebagian KPM telah menerima saldo bantuan PKH dan BPNT yang masuk ke rekening KKS mereka pada hari ini.
Pencairan ini mencakup saldo susulan untuk tahap kedua dan tahap ketiga tahun 2025.
Target penerima utama adalah KPM yang baru mendapatkan KKS, baik karena pengalihan dari metode pencairan lewat pos ke sistem KKS maupun KPM baru yang baru ditetapkan sebagai penerima resmi.
Menariknya, sejumlah KPM melaporkan menerima lebih dari satu kali transfer dalam satu hari.
Hal ini terjadi karena sistem melakukan penyaluran bertahap, mencakup saldo bantuan untuk dua tahap sekaligus serta tambahan saldo penebalan BPNT senilai Rp400.000 untuk periode sebelumnya.
3. Status dan Prediksi Pencairan PKH hingga BPNT Tahap 4 (Oktober–Desember 2025)
Untuk PKH dan BPNT tahap keempat tahun 2025, statusnya masih belum muncul di sistem SIKS-NG.
Hal ini disebabkan oleh fokus utama Kemensos yang saat ini masih tertuju pada proses verifikasi penerima BLT Kesra.
Meski demikian, diperkirakan pencairan PKH dan BPNT tahap 4 tidak akan berbeda jauh waktunya dengan BLT Kesra.
Artinya, jika proses verifikasi selesai pada akhir Oktober, maka penyaluran bantuan tahap berikutnya kemungkinan akan berlangsung pada November hingga Desember 2025.
Kemensos menegaskan bahwa prioritas penerima tetap pada kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah yang tercatat dalam desil 1 sampai desil 4, serta KPM yang aktif dan memenuhi kriteria kepesertaan.
Dengan penyelarasan jadwal ini, pemerintah berharap seluruh bansos dapat tersalurkan secara merata dan tepat waktu menjelang akhir tahun, sekaligus memastikan tidak ada tumpang tindih data penerima di lapangan.***
Editor : Eli Kustiyawati