RADAR BOGOR - Menjelang akhir Oktober 2025, kabar gembira datang bagi para keluarga penerima manfaat (KPM) bansos PKH BPNT di seluruh Indonesia.
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Info Bansos yang mengonfirmasi bahwa berbagai jenis bantuan sosial (bansos) mulai dicairkan secara bertahap. Termasuk PKH BPNT.
Pencairan bansos ini mencakup tiga program utama, yaitu PKH dan BPNT tahap 4, BLTS Kesra Rp900 ribu, serta bantuan pangan tambahan berupa beras dan minyak goreng. Berikut adalah rangkuman detail dari isi video tersebut:
1. Pencairan Bansos Reguler PKH dan BPNT Tahap 4
Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 4 untuk alokasi Oktober hingga Desember 2025 telah mulai dicairkan secara bertahap.
Berdasarkan laporan, Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi bank penyalur tercepat yang mengaktifkan saldo bagi para penerima.
Sejumlah bukti pencairan saldo di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) BSI pun mulai bermunculan di media sosial, terutama dari daerah-daerah seperti Aceh Besar dan Aceh Singkil yang memang didominasi nasabah BSI.
Beberapa KPM melaporkan bahwa mereka telah menerima bantuan dengan total mencapai Rp1.800.000, terdiri dari komponen PKH senilai Rp1.200.000 dan rapel BPNT sebesar Rp600.000 (3 bulan x Rp200.000).
Adanya pencairan di BSI ini juga menjadi tanda positif bahwa bank-bank penyalur Himbara lainnya seperti BRI, BNI, dan Mandiri akan segera menyusul dalam waktu dekat.
2. Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra Rp900.000
Selain bantuan reguler, pemerintah juga menyiapkan BLTS Kesra senilai Rp900.000 sebagai tambahan untuk memperkuat daya beli masyarakat pada triwulan terakhir tahun ini.
Bantuan ini merupakan akumulasi dari Rp300.000 per bulan selama Oktober hingga Desember 2025.
BLTS Kesra ditujukan khusus bagi kelompok masyarakat miskin kategori Desil 1 sampai 4 yang datanya tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Namun, tidak semua penerima PKH atau BPNT otomatis mendapatkan bantuan ini, sebab penyalurannya dilakukan berdasarkan hasil validasi data yang dilakukan oleh Kemensos.
Laporan mengenai pencairan awal BLTS Kesra sudah mulai muncul dari berbagai daerah, dan PT Pos Indonesia ditugaskan sebagai pihak penyalur resmi.
Kementerian Sosial menargetkan seluruh proses validasi penerima selesai paling lambat 27 Oktober 2025, agar pencairan bisa berlangsung secara merata dan tepat waktu di seluruh wilayah Indonesia.
3. Bantuan Pangan Tambahan Berupa Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Selain dua program di atas, unggahan tersebut juga menginformasikan mengenai bantuan pangan tambahan berupa beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter yang segera disalurkan kepada masyarakat.
Bantuan ini merupakan alokasi rapel untuk dua bulan, yakni Oktober dan November 2025, yang akan diterima secara fisik melalui mekanisme distribusi di kantor desa, kelurahan, atau balai pertemuan setempat.
Pihak desa dan kelurahan sudah mulai menyebarkan surat undangan resmi bagi KPM yang terdaftar untuk mengambil bantuan tersebut.
Total penerima bantuan pangan tambahan ini mencapai sekitar 18,3 juta KPM yang tercatat dalam DTKS. Saat pengambilan, setiap penerima wajib membawa surat undangan, KTP, dan Kartu Keluarga (KK) sebagai dokumen verifikasi.
Pemerintah juga memberikan peringatan penting agar bantuan segera diambil dalam waktu yang telah ditentukan, biasanya maksimal lima hari setelah jadwal distribusi diumumkan.
Jika tidak diambil dalam batas waktu tersebut, bantuan berisiko dialihkan kepada KPM lain yang lebih membutuhkan.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga