RADAR BOGOR – Melalui unggahan terbaru yang beredar di kanal Diary Bansos, dijelaskan secara rinci perkembangan terkini mengenai pencairan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap 4, serta rencana penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebesar Rp900.000.
Informasi ini ditujukan khusus untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah yang masih menunggu giliran pencairan dana bantuan di rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing.
1. Distribusi KKS Baru untuk KPM Banyuwangi
Fokus utama informasi dalam video adalah pemberitahuan resmi bagi KPM di wilayah Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.
Proses pembagian kartu KKS dan buku rekening Bank BNI dijadwalkan berlangsung pada hari Senin mendatang di kantor desa atau kelurahan setempat.
Pihak bank menegaskan bahwa pengambilan tidak dapat diwakilkan oleh siapa pun.
Apabila penerima dalam kondisi sakit atau tidak memungkinkan hadir, maka yang bersangkutan wajib melapor agar pihak bank dapat menjadwalkan pengantaran kartu secara langsung pada hari berikutnya.
KPM juga diminta memahami bahwa kartu yang baru diterima tersebut masih kosong tanpa saldo bantuan.
Dana PKH dan BPNT baru akan masuk setelah seluruh proses administrasi selesai.
Oleh karena itu, kartu dan buku rekening harus disimpan dengan aman oleh penerima untuk mencegah risiko penyalahgunaan.
2. Perkembangan Saldo PKH dan BPNT Tahap 4 (26–27 Oktober 2025)
Per tanggal 26 hingga 27 Oktober 2025, pemantauan saldo menunjukkan bahwa Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi lembaga pertama yang mulai menyalurkan bantuan tahap 4 di wilayah Provinsi Aceh.
Beberapa penerima melaporkan telah menerima dana sebesar Rp1.475.000 untuk KKS yang diterbitkan pada tahun 2024.
Sementara itu, bank lain seperti BNI, BRI, dan Mandiri saat ini baru menyalurkan bantuan susulan untuk tahap 2 dan 3, terutama bagi penerima baru yang sebelumnya mengambil bantuan melalui Kantor Pos.
Belum ada tanda-tanda masuknya saldo tahap 4 di ketiga bank tersebut. Berdasarkan pola pencairan sebelumnya, ketika BSI telah memulai penyaluran, biasanya diperlukan waktu sekitar satu hingga dua minggu agar KKS bank lainnya juga terisi saldo.
Penyaluran kali ini didasarkan pada data terbaru dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah diperbarui oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Artinya, status kelayakan KPM bisa mengalami perubahan di setiap tahap pencairan, tergantung hasil pemutakhiran data.
3. Rencana Pencairan BLT Kesra Rp900.000
Selain bantuan reguler PKH dan BPNT, pemerintah juga menyiapkan pencairan Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) sebesar Rp900.000 yang dialokasikan untuk tiga bulan, yaitu Oktober, November, dan Desember 2025.
Nilai bantuan ini setara dengan Rp300.000 per bulan dan ditujukan kepada 35 juta penerima manfaat dari kelompok masyarakat desil 1 hingga 4.
Saat ini, proses verifikasi kelayakan penerima masih berlangsung melalui sistem SIKS-NG di desa dan kelurahan, dengan batas waktu pelaksanaan hingga 28 Oktober 2025.
Setelah tahap verifikasi tersebut selesai, baru akan muncul tanda-tanda dimulainya pencairan atau yang disebut masyarakat sebagai “hilal” bansos.***
Editor : Eli Kustiyawati