RADAR BOGOR – Hari ini menjadi puncak gelombang pencairan bantuan sosial (bansos) susulan yang menyasar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih, khususnya mereka yang baru beralih dari mekanisme penyaluran melalui PT Pos Indonesia.
Laporan dari berbagai wilayah, termasuk Bekasi, Ponorogo, Kuningan, Tulungagung, dan Surabaya, mengonfirmasi adanya dana masuk dalam jumlah besar.
Dana tersebut merupakan akumulasi dari bansos PKH dan BPNT tahap sebelumnya (Tahap 2 dan Tahap 3).
Dikutip dari YouTube Diary Bansos, sebagian besar dana besar yang masuk bukanlah alokasi untuk BLT Kesra Rp900.000 atau BPNT Tahap 4, melainkan dana rapel (gabungan) dari PKH dan BPNT Tahap 2 dan Tahap 3 yang baru bisa dicairkan setelah KPM menerima KKS baru.
Bukti Pencairan Masif pada 24 Oktober 2025:
• Bekasi (Rawalumbu): KPM yang baru menerima KKS pada 24 September melaporkan saldo masuk sebesar Rp1.250.000 dan Rp1.125.000 yang dicairkan sekaligus.
Dana ini mencakup komponen balita dan SMP (Tahap 2), serta balita dan SMA (Tahap 3).
• Ponorogo (Jawa Timur): KKS Bank BNI dilaporkan menerima Rp750.000, yang merupakan pencairan susulan PKH Tahap 3.
• Kuningan (Jawa Barat): KKS baru hasil peralihan dari Pos dilaporkan mencairkan Rp750.000 untuk komponen balita.
• Tulungagung (Jawa Timur): KKS BNI menerima saldo masuk Rp975.000 setelah menanti 23 hari sejak burkol (proses pembuatan KKS kolektif) pada 1 Oktober.
• Surabaya (Jawa Timur): KKS BNI susulan terpantau menerima dana besar Rp1.425.000 secara rapel.
Terdapat pula laporan menarik dari KPM lama Bank BRI yang awalnya hanya menerima BPNT, namun tiba-tiba menerima saldo masuk Rp1.500.000. Setelah dicek di SIKS-NG, status PKH KPM tersebut berubah menjadi “Ya” untuk periode Juli–September 2025.
Hal ini mengindikasikan bahwa dana sebesar Rp1.500.000 tersebut merupakan akumulasi dari BPNT ditambah PKH untuk komponen yang baru tervalidasi di Tahap 3, bukan dana BLT Kesra maupun BPNT Tahap 4.
Pencairan susulan ini menegaskan bahwa KPM yang baru menerima KKS akibat proses peralihan atau entri data terlambat akan menerima seluruh hak sekaligus (rapel).
KPM diimbau untuk tidak keliru memahami bahwa dana besar yang masuk saat ini adalah BLT Kesra Rp900.000 atau BPNT Tahap 4.
KPM dengan KKS baru disarankan untuk rutin mengecek saldo, terutama pemegang KKS Bank BNI dan BRI di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur yang terpantau aktif.
Pencairan bansos Tahap 4 (PKH dan BPNT) secara umum masih dalam proses persiapan menyusul tuntasnya pencairan dana susulan ini.***
Editor : Eli Kustiyawati