RADAR BOGOR - Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai wilayah hari ini mulai melaporkan masuknya sejumlah saldo bantuan sosial (bansos) seperti PKH BPNT ke dalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka.
Berdasarkan informasi dari kanal YouTube Cek Bansos, pencairan tersebut bukan jadwal utama PKH dan BPNT tahap 4, melainkan dana susulan dari tahap-tahap sebelumnya atau bantuan tambahan yang sering disebut "penebalan."
Di wilayah Aceh, terkhusus KPM yang menggunakan Bank BSI, tercatat telah terjadi pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 4 sejak dini hari, Senin, 27 Oktober 2025. Sementara bansos BPNT belum ada.
Ini menjadikan Bank BSI di Aceh sebagai pengecualian yang mendahului jadwal umum pencairan tahap 4.
Sementara itu, Bank BRI juga menunjukkan pergerakan positif.
Beberapa KPM dengan KKS baru melaporkan adanya saldo masuk berupa bantuan penebalan dengan nominal sebesar Rp400.000.
Laporan lain dari KPM Bank BRI menyebutkan adanya pencairan dana PKH KKS baru, khususnya untuk dua tahap komponen balita, yang totalnya mencapai Rp1.500.000, menunjukkan adanya percepatan penyaluran untuk KPM yang baru tervalidasi.
Situasi serupa terjadi pada KPM yang memiliki rekening Bank BNI.
Di daerah Cisolok, penerima manfaat melaporkan masuknya dana gabungan yang cukup besar.
Pencairan tersebut mencakup Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) murni tahap 2 dan tahap 3, ditambah lagi dengan bantuan penebalan sebesar Rp400.000, sehingga total dana yang diterima mencapai Rp1.600.000. Semua pencairan ini terjadi pada KPM yang baru menerima KKS.
Terakhir, Bank Mandiri juga tercatat melakukan penyaluran. Bantuan yang cair melalui bank ini adalah dana PKH untuk KPM validasi, yang dikhususkan bagi komponen balita dan anak Sekolah Dasar (SD).
Meskipun demikian, dana ini masih dikategorikan sebagai penyaluran KKS baru dan sisa dari pencairan PKH tahap 3.
Secara keseluruhan, pergerakan dana bansos hari ini berfokus pada pemerataan penyaluran bagi KPM baru dan melengkapi kekurangan dana di tahap sebelumnya. KPM disarankan untuk terus memantau saldo KKS mereka.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga