Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Gelombang Pencairan PKH BPNT Tahap 4 Dimulai, KPM di 30 Daerah Ini Sudah Terima Saldo, Tapi Banyak yang Dicoret Karena Data DTSEN, Ini Alasannya

Khairunnisa RB • Selasa, 28 Oktober 2025 | 08:18 WIB
Penyaluran bansos PKH BPNT Oktober 2025
Penyaluran bansos PKH BPNT Oktober 2025

RADAR BOGOR – Awal pekan ini menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh jutaan warga Indonesia kategori KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

Setelah berbulan-bulan menanti, bantuan sosial (bansos) PKH dan BPNT tahap keempat akhirnya mulai cair serentak.

Pantauan dari berbagai daerah menunjukkan bahwa saldo bantuan sudah masuk ke kartu KKS sejak dini hari, terutama di wilayah Sumatra dan Jawa.

Penyaluran Resmi Dimulai

Dilansir dari kanal YouTube Info Bansos, empat bank penyalur BSI, BRI, Mandiri, dan BNI telah memproses transfer tahap awal bantuan untuk periode Oktober–Desember 2025.

Bantuan BPNT senilai Rp600.000 per KPM sudah bisa ditarik, sementara bantuan PKH menyesuaikan jumlah anggota dan kategori penerima di tiap keluarga.

30 Daerah Sudah Terpantau Cair

Gelombang pertama pencairan ini meliputi lebih dari 30 kabupaten/kota, mulai dari Aceh Barat, Nagan Raya, Deli Serdang, Garut, Pandeglang, Bogor, hingga Tulungagung.

Khusus di Provinsi Aceh, Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi penyalur utama, sedangkan Bank Mandiri dan BRI menghandle wilayah lain seperti Lampung, Jambi, Gorontalo, Bengkulu, dan Kalimantan.

Berdasarkan laporan rekap SP2D PKH tahap 4, penyaluran akan terus berlanjut hingga mencakup seluruh daerah penerima pada awal November mendatang.

Banyak KPM Hilang dari Daftar

Namun, kabar gembira ini juga disertai dengan fakta mengejutkan bahwa jutaan nama penerima bansos dihapus dari daftar.

Hal ini merupakan efek langsung dari penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang kini menjadi acuan utama bagi Kementerian Sosial untuk menentukan kelayakan bantuan.

Data terbaru menyebutkan, sekitar 1,9 juta KPM tidak lagi berhak menerima karena termasuk dalam kategori ekonomi menengah (desil 6 ke atas).

Selain itu, rumah tangga yang memiliki anggota keluarga ASN, PNS, TNI, Polri, atau guru bersertifikat juga otomatis dikeluarkan.

Faktor lain seperti kepemilikan daya listrik tinggi (2.200 VA ke atas) juga menjadi indikator rumah tangga mampu.

DTSEN digunakan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Mereka yang sudah sejahtera diarahkan agar tidak lagi bergantung pada bantuan sosial.

Pantau Informasi Resmi dan Cek Saldo KKS

Masyarakat diimbau untuk tidak panik jika saldo belum masuk hari ini, karena proses pencairan dilakukan bertahap hingga akhir pekan.

Warga juga diminta untuk tidak mudah percaya pada informasi palsu di media sosial, melainkan memeriksa saldo langsung melalui ATM, e-wallet KKS, atau aplikasi resmi Kemensos.

Gelombang berikutnya diprediksi akan menjangkau lebih banyak daerah dalam 3–4 hari ke depan, seiring penyelesaian proses transfer di masing-masing bank.

Masyarakat disarankan untuk selalu memeriksa kebenaran informasi melalui kanal resmi Kemensos, website cekbansos.kemensos.go.id atau pemerintah daerah setempat sebelum mengambil kesimpulan terkait pencairan bansos.***

Editor : Eli Kustiyawati
#bpnt #bansos #pkh