RADAR BOGOR – Jagat media sosial tengah diramaikan dengan beredarnya tangkapan layar saldo besar, mencapai Rp3.000.000, yang tiba-tiba masuk ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank Mandiri pada 28 Oktober 2025.
Fenomena ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bansos.
Banyak yang menduga bahwa dana tersebut menandakan dimulainya pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) untuk tahap keempat, mencakup alokasi Oktober, November, dan Desember 2025. Namun, benarkah dana triliunan rupiah ini sudah digelontorkan oleh pemerintah?
Dugaan Saldo Rp3 Juta di KKS Mandiri
Informasi yang dikutip dari kanal YouTube Diary Bansos memperlihatkan laporan sejumlah KPM yang mendapati saldo besar di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Beberapa penerima bahkan mengaku menerima dua kali transfer masing-masing Rp1.500.000, dengan total saldo masuk Rp3.000.000.
Sebagian besar laporan datang dari KPM yang baru saja beralih dari penyaluran bansos Pos Indonesia ke sistem KKS Bank Mandiri.
Meski begitu, kabar ini belum memiliki dasar resmi. Hingga kini, belum ada konfirmasi dari pihak Kementerian Sosial (Kemensos) bahwa dana masuk tersebut merupakan pencairan PKH tahap keempat.
Sumber di lingkungan Kemensos menyebutkan bahwa validasi data dan proses pencairan masih berlangsung, sementara pembaruan resmi di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (SIKS-NG) untuk periode Oktober–Desember belum menunjukkan status pencairan.
Penyaluran di Aceh Lebih Dulu Berjalan
Di sisi lain, laporan pencairan PKH tahap keempat justru datang dari wilayah Aceh.
Beberapa KPM penerima melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) mengonfirmasi bahwa dana PKH sudah cair pada 27 Oktober 2025. Namun, BPNT tahap keempat di wilayah tersebut masih belum masuk.
Kondisi ini menunjukkan bahwa ritme penyaluran bansos di tiap wilayah dan bank memang berbeda, tergantung kesiapan sistem perbankan serta proses validasi data penerima.
Kemungkinan Dana Rapelan Tahap 2 dan 3
Sejumlah analis bansos memperkirakan bahwa saldo besar yang masuk ke KKS Mandiri kemungkinan merupakan rapelan atau pencairan tumpang tindih dari PKH dan BPNT tahap kedua dan ketiga, bukan tahap keempat.
Situasi seperti ini kerap terjadi pada KPM yang baru menerima KKS hasil peralihan dari sistem penyaluran Pos.
Biasanya, KPM peralihan tidak menerima dana secara bersamaan. Sebagian mendapat BPNT tahap kedua lebih dulu, disusul BPNT tahap ketiga setelah beberapa hari, dan baru kemudian dana PKH untuk kedua tahap tersebut masuk ke rekening KKS.
Batas Waktu Verifikasi BLTS Kesra Rp900 Ribu
Bersamaan dengan hebohnya kabar saldo KKS, tanggal 28 Oktober 2025 juga menjadi batas akhir proses verifikasi calon penerima Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) senilai Rp900.000 untuk tiga bulan (Oktober–Desember 2025).
Hingga berita ini diterbitkan, bantuan tersebut masih belum disalurkan, baik melalui Pos maupun KKS.
Pemerintah pusat masih melakukan verifikasi akhir bersama BPS untuk memastikan data penerima tepat sasaran.
Tetap Tenang dan Pantau Resmi
Mengingat belum ada pengumuman resmi terkait pencairan PKH dan BPNT tahap keempat di sebagian besar wilayah, KPM diingatkan agar tidak tergesa-gesa bolak-balik ke ATM atau agen bank.
Pemerintah memperkirakan penyaluran bantuan tahap akhir tahun akan berlangsung secara bertahap mulai November hingga Desember 2025.
KPM dianjurkan untuk memanfaatkan layanan mobile banking seperti Livin’ by Mandiri, BRImo, atau BNI Mobile agar dapat memantau saldo tanpa harus keluar rumah.
Selain lebih praktis, cara ini juga membantu menghindari kerumunan di lokasi penyaluran bansos.
Untuk informasi resmi, penerima diminta terus memantau kanal komunikasi Kementerian Sosial dan pendamping sosial PKH di wilayah masing-masing.***
Editor : Eli Kustiyawati