RADAR BOGOR - Penyaluran bantuan (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Tahap 4 dikabarkan mulai dilakukan pada Oktober 2025.
Dilansir dari Youtube Cek Bansos, pihak supervisor SIKS-NG Dinas Sosial Kabupaten/Kota, memberikan klarifikasi penting atas kabar simpang siur yang beredar di kalangan KPM (Keluarga Penerima Manfaat) terkait status pencairan di tiga bank penyalur utama, yakni BRI, BNI, dan Mandiri, berikut ulasannya.
Banyak KPM pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari BRI, BNI, dan Mandiri yang mempertanyakan keterlambatan masuknya saldo bantuan untuk periode Oktober-Desember 2025 atau Tahap 4.
Berdasarkan hasil dari lapangan, dengan pihak supervisor SIKS-NG Dinas Sosial, terungkap bahwa sistem SIKS-NG kini telah memperbarui tampilan monitor salur untuk periode tersebut.
Namun, status proses penyaluran masih berada pada tahapan verifikasi rekening. Artinya, hingga akhir Oktober 2025, pencairan dana PKH dan BPNT Tahap 4 belum dilakukan di ketiga bank tersebut.
Pihak Dinsos menegaskan bahwa tahapan ini adalah bagian penting sebelum dana benar-benar disalurkan.
Oleh karena itu, masyarakat penerima manfaat diimbau untuk tidak terburu-buru melakukan pengecekan saldo di mesin ATM atau e-warong.
Meskipun demikian, perkembangan positif di sistem SIKS-NG menjadi sinyal bahwa proses penyaluran sudah mendekati tahap akhir dan diharapkan mulai menunjukkan hasil pada awal November 2025.
Klarifikasi Soal Bansos yang Sudah Cair di Bank Mandiri, BRI, dan BNI
Terkait kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa PKH dan BPNT sudah cair di beberapa wilayah, pihak Dinsos memberikan penjelasan bahwa informasi tersebut memang benar, tetapi bukan untuk pencairan Tahap 4.
Dana yang masuk ke beberapa rekening KPM berasal dari bantuan tertunda atau penebalan (top-up) untuk periode sebelumnya, serta bagi KPM peralihan dari penyaluran via Pos ke sistem KKS.
Di Bank Mandiri, dilaporkan adanya pencairan komponen PKH untuk dua tahap sekaligus, disertai tambahan dana penebalan dari Tahap 2 dan 3.
Karena itu, nominal yang diterima sejumlah KPM cukup besar, mengingat akumulasi dari beberapa tahap bantuan.
Sementara itu, Bank BRI juga menyalurkan BPNT untuk dua tahap sekaligus dengan total Rp1,2 juta, ditambah penebalan sebesar Rp400.000.
Bantuan tersebut umumnya diterima oleh KPM yang baru berpindah ke sistem KKS BRI. Adapun di Bank BNI, pencairan penebalan Tahap 2 senilai Rp400.000 juga telah terpantau aktif dilakukan.
Dengan demikian, pencairan yang sedang terjadi di lapangan bukanlah untuk periode Tahap 4, melainkan realisasi dana tertunda dari tahapan sebelumnya.
Jadwal dan Mekanisme Penyaluran BLT Kesra
Selain bansos PKH dan BPNT, terdapat informasi mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp900.000.
Bantuan tersebut akan disalurkan dengan dua metode, yaitu melalui Kartu KKS dan Kantor Pos. Berdasarkan data terbaru, tanggal 28 Oktober 2025 menjadi batas akhir penyerahan nama-nama calon penerima untuk diverifikasi dan divalidasi oleh Dinas Sosial.
BLT Kesra ini ditujukan bagi masyarakat non-bansos, yakni mereka yang belum pernah menerima PKH atau BPNT, namun terdaftar dalam desil 1 hingga 4 di data SIKS-NG.
KPM yang layak dan tercatat dalam sistem akan mendapatkan surat undangan dari Kantor Pos untuk pengambilan dana secara langsung.
Bagi penerima yang sudah memiliki KKS, baik dari PKH murni maupun BPNT murni, pencairan akan dilakukan langsung melalui rekening KKS mereka.
Editor : Eka Rahmawati