Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bank Ini Cairkan 4 Bansos Sekaligus Akhir Oktober 2025, Banyak KPM PKH dan BPNT Lapor Saldo Ganda Masuk KKS

Ira Yulia Erfina • Selasa, 28 Oktober 2025 | 21:41 WIB

Ilustrasi: Uang pencairan bantuan sosial (bansos).
Ilustrasi: Uang pencairan bantuan sosial (bansos).

RADAR BOGOR - Menjelang akhir Oktober 2025, kabar terkii datang bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Dari laporan Youtube Sukron Channel, sejumlah bantuan sosial (bansos) kembali disalurkan oleh pemerintah melalui bank penyalur seperti BRI, BNI, dan Mandiri.

Banyak penerima melaporkan saldo yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) mereka dalam jumlah ganda, bahkan ada yang mencapai tiga kali lipat dari nominal biasanya.

Fenomena ini disebabkan oleh pencairan beberapa tahap bansos yang dilakukan bersamaan bagi penerima baru maupun yang mengalami peralihan dari Pos ke KKS.

Empat jenis bansos utama yang masih dicairkan hingga akhir Oktober ini meliputi PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, serta BPNT penebalan senilai Rp400.000.

1. Pencairan Bansos PKH Reguler

Pencairan bantuan PKH masih terus berlanjut hingga akhir Oktober 2025. Banyak KPM yang baru mendapatkan KKS melaporkan saldo masuk di akhir bulan, dengan mayoritas pencairan berasal dari Tahap 2 dan Tahap 3.

Kelompok penerima ini umumnya merupakan KPM baru yang baru terdaftar atau berpindah dari sistem Pos ke sistem perbankan. Mereka diimbau untuk bersabar apabila saldo belum juga masuk karena data sedang dalam proses sinkronisasi di sistem SIKS-NG.

2. Pencairan Bansos BPNT Reguler

BPNT atau Bantuan Pangan Non Tunai juga masih mengikuti pola serupa dengan PKH, yakni pencairan untuk Tahap 2 dan 3 bagi KPM yang baru menerima KKS.

3. Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Selain bansos tunai, pemerintah juga menjadwalkan penyaluran bantuan pangan fisik berupa beras sebanyak 20 kilogram dan minyak goreng sebanyak 4 liter.

Sejumlah wilayah sudah mulai mendistribusikannya pada minggu terakhir Oktober, sementara sebagian daerah lainnya akan menerima pada awal November. Bantuan ini diberikan kepada KPM BPNT aktif hingga tahap ketiga tahun 2025.

4. BPNT Penebalan Rp400.000

Penyaluran BPNT penebalan atau top-up senilai Rp400.000 juga terpantau masih berlangsung.

Bantuan ini merupakan bagian dari alokasi bulan Juni-Juli yang baru tersalurkan kepada penerima KKS baru atau KPM peralihan dari Pos. Dana tambahan ini mengikuti jadwal pencairan BPNT reguler tahap kedua.

Fenomena saldo ganda menjadi sorotan di kalangan KPM karena banyak yang menerima akumulasi dana dari beberapa tahap sekaligus.

Misalnya, KPM PKH yang memiliki dua anak balita bisa mendapatkan hingga Rp3 juta karena pencairan Tahap 2 dan Tahap 3 dibayarkan bersamaan.

Nominal ini belum termasuk tambahan dari BPNT dan penebalan, sehingga beberapa KPM melaporkan saldo yang lebih besar dari biasanya.

Sementara itu, untuk bansos tahap berikutnya, yaitu PKH dan BPNT Tahap 4, dilaporkan masih sangat sedikit yang cair, terutama di wilayah yang menggunakan bank penyalur BSI seperti Aceh.

Data periode Tahap 4 pun masih belum muncul di sistem SIKS-NG, menandakan proses administrasi masih berlangsung.

Selain empat bansos utama tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp900.000.

Berdasarkan informasi dalam unggahannya, batas verifikasi kelayakan penerima BLT ini di sistem SIKS-NG berakhir pada 28 Oktober 2025 pukul 12 malam.

Penerima yang masuk kategori desil 1 hingga 4 akan mendapatkan dana ini, baik melalui kartu KKS bagi KPM PKH/BPNT maupun melalui Pos bagi penerima non-PKH/BPNT. BLT Kesra dijadwalkan cair pada bulan November mendatang.

Editor : Eka Rahmawati
#bpnt #bansos #pkh