RADAR BOGOR - Banyak warga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang hari ini kebingungan karena saldo KKS Merah Putih mereka masih Rp3 ribuan.
Ternyata, ada penjelasan terkait penyaluran Bansos (Bantuan Sosial) tersebut.
Dilansir dari kanal YouTube Kabar Bansos, dijelaskan bahwa proses pencairan Bansos tahap 4 masih dalam tahap finalisasi dan validasi data.
Saat ini, dana yang masuk ke beberapa rekening merupakan pencairan susulan dari tahap 2 dan 3, terutama untuk penerima baru atau alih sistem dari PT Pos Indonesia ke bank penyalur KKS.
Tahap 4 Belum Cair, Tapi Ada Kabar Baik
Kabar baiknya, meski tahap 4 belum dimulai, pemerintah telah menyiapkan bantuan besar menjelang akhir tahun 2025.
Dalam keterangan tersebut, disebutkan bahwa penerima BPNT Murni maupun BPNT Plus PKH akan mendapatkan tiga jenis bantuan sekaligus, yaitu:
• Bantuan pangan berupa beras 20 kg
• Minyak goreng 4 liter
• BLT Rp900.000 tunai
Sedangkan bagi penerima PKH Murni, bantuan yang cair hanya berupa BLT Rp900.000, tanpa tambahan bahan pokok.
Namun ada fakta mengejutkan, pemerintah menemukan sejumlah penerima bansos yang terdeteksi bermain game online terlarang.
Akibatnya, mereka langsung dicoret dari daftar penerima tahap 4.
Pencairan untuk kategori ini otomatis dihentikan sementara waktu hingga proses verifikasi selesai.
Kebijakan ini dilakukan demi memastikan bahwa bantuan sosial hanya diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, bukan untuk mereka yang menyalahgunakannya.
Dari hasil pengecekan langsung yang ditayangkan, saldo KKS Merah Putih penerima masih banyak yang belum berubah.
Namun, dipastikan bahwa pencairan tahap 4 akan dimulai awal November 2025 mendatang.
Penyaluran ini akan dilakukan secara bertahap agar tidak terjadi penumpukan di bank dan antrian panjang di agen penyalur.
Selain PKH dan BPNT, pemerintah juga menjanjikan bantuan tambahan lain menjelang Desember 2025, guna menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru.
Masyarakat diimbau untuk selalu memantau saldo KKS mereka secara berkala melalui ATM, agen e-warung, atau bank penyalur resmi.
Dengan demikian, penundaan pencairan Bansos bukan berarti bantuan dibatalkan, melainkan menunggu giliran tahap validasi data dan transfer dari pusat. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim