Tiga Bansos Penebalan Resmi Cair Akhir Oktober 2025, Satu Masuk ke KKS, Lainnya Diberikan Dalam Bentuk Barang
Asep Suhendar• Jumat, 31 Oktober 2025 | 12:20 WIB
Ilustrasi: Penyaluran bansos penebalan Oktober 2025.
RADAR BOGOR - Pada akhir Oktober 2025, pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial atau bansos penebalan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Bansos penebalan yang diberikan oleh pemerintah ini ada yang berbentuk barang dan ada juga yang disalurkan dalam bentuk saldo ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) masing-masing KPM.
Lantas, apa saja bansos tambahan yang dimaksud? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan informasi yang dilansir dari kanal Youtube Dairy Bansos, Jum'at, 31 Oktober 2025.
Bantuan sosial tambahan yang cair pada akhir bulan ini adalah bansos penebalan BPNT sebesar Rp400 ribu yang masuk ke kartu KKS setiap KPM yang memenuhi persyaratan.
Bansos tambahan yang satu ini adalah periode Juni dan Juli, terutama bagi KPM peralihan kantor Pos yang baru menerima kartu KKS dari pemerintah di tahun 2025 ini.
Penebalan sembako diberikan oleh pemerintah agar masyarakat miskin dan rentan bisa memenuhi kebutuhan pangan harian yang mereka butuhkan. Sehingga dengan bansos ini mereka bisa membeli beras, lauk pauk untuk kebutuhan gizi harian.
Bagi KPM yang menerima saldo penebalan pada Oktober ini bisa mencairkannya secara langsung melalui ATM bank HImbara atau agen BRILink yang ada di sekitar tempat tinggal mereka.
Penerima manfaat yang terpantau sudah mencairkan dana penebalan tersebut yaitu mereka yang menggunakan KKS Bank Mandiri, dan tidak menutup kemungkinan dari bank penyalur yang lain juga sudah ada yang mencairkan.
2. Bantuan Beras
Pemerintah juga dikabarkan telah mulai menyalurkan bansos beras sebanyak 20 Kg untuk dua bulan sekaligus, yaitu periode Oktober dan November tahun 2025.
Bantuan beras ini disalurkan secara langsung oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang bekerja sama dengan Bulog Indonesia dan pemda setempat agar bansos bisa sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bansos tambahan yang satu ini disalurkan secara langsung, baik itu di balai desa atau kantor kecamatan setempat, yang tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
Selain beras, pemerintah juga menyalurkan bantuan tambahan berupa minyak goreng sebanyak empat liter kepada KPM di berbagai daerah di tanah air ini.
Minyak goreng tersebut bisa digunakan oleh KPM untuk keperluan dapur mereka sehingga penerima manfaat tidak perlu lagi membeli kebutuhan harian yang satu ini.
Sama seperti beras, minyak goreng juga diberikan secara langsung kepada KPM yang telah menerima undangan pengambilan bantuan dari pemerintah.