RADAR BOGOR - Menjelang akhir bulan Oktober 2025, kabar gembira kembali datang bagi jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Pemerintah mulai menyalurkan berbagai program bantuan sosial (bansos) secara bertahap, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra sebesar Rp900.000, bantuan beras 20 kilogram, dan bantuan minyak goreng 4 liter.
Namun, di balik pencairan besar-besaran ini, muncul pertanyaan besar dari masyarakat, mengapa bantuan PKH tahap 4 belum juga masuk ke rekening banyak penerima, sementara bansos lainnya sudah cair lebih dulu?
Dilansir dari YouTube Klik Bansos, pencairan bantuan memang sudah berlangsung sejak awal pekan ini dan mulai merata di berbagai wilayah Indonesia.
Sejumlah KPM melaporkan telah menerima BLT Kesra Rp900.000 melalui PT Pos Indonesia, terutama di daerah-daerah 3T (terdepan, tertinggal, dan terluar) yang menjadi prioritas pemerintah.
Selain BLT Kesra, bantuan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter juga mulai dicairkan kepada 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.
Di antaranya, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, menjadi salah satu daerah pertama yang melaporkan distribusi bantuan sembako tersebut telah diterima masyarakat.
Pemerintah menargetkan, seluruh bantuan pangan untuk alokasi bulan Oktober dan November 2025 rampung pada akhir pekan ini.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam keterangan resminya.
Namun, di tengah kabar pencairan bansos lain yang berjalan lancar, masih banyak penerima Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 4 yang belum merasakan manfaatnya.
Beberapa KPM mengeluhkan saldo mereka masih kosong meski sudah dicek berulang kali di Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Menurut pantauan lapangan, keterlambatan pencairan PKH tahap 4 bukan karena dana belum tersedia, melainkan terkait sinkronisasi data di bank penyalur.
Beberapa bank yang menjadi mitra pemerintah di antaranya Bank Mandiri, BRI, dan BNI disebut masih melakukan proses verifikasi rekening dan Standing Instruction (SI) pada sistem SIKS-NG.
Untuk wilayah Aceh, penyaluran melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) bahkan sudah lebih dulu dimulai sejak awal minggu ini.
Banyak KPM di wilayah tersebut melaporkan bahwa dana PKH tahap 4 sudah masuk ke rekening mereka, meskipun status di sistem belum menunjukkan “SI” (Standing Instruction).
Sementara itu, Bank Mandiri mulai mencairkan sebagian bantuan PKH tahap 4 secara terbatas.
Beberapa bukti pencairan (struk transaksi) dari penerima di wilayah Jawa Barat dan Kalimantan sudah beredar di media sosial, menandakan bahwa penyaluran memang tengah berjalan, meski belum merata.
Salah satu penyebab utama keterlambatan ini diduga berasal dari peralihan KKS lama (dari PT Pos Indonesia) ke KKS Merah Putih yang baru.
Banyak KPM penerima baru maupun peralihan yang hingga kini masih menunggu distribusi kartu.
Proses administrasi dan aktivasi kartu baru inilah yang memengaruhi waktu pencairan bantuan.
Menurut data Kemensos, PKH tahap 4 seharusnya mulai dicairkan pada minggu keempat Oktober 2025 dan selesai maksimal pada 31 Oktober 2025.
Namun, proses validasi data tambahan penerima baru membuat jadwal pencairan bergeser di beberapa wilayah.
Kemensos menegaskan bahwa bantuan tidak akan hilang, hanya tertunda.
Berbeda dengan PKH, pencairan BLT Kesra Rp900.000 berlangsung lebih cepat karena menggunakan sistem pos langsung dan tidak membutuhkan aktivasi rekening bank.
PT Pos Indonesia menyalurkan bantuan ini secara langsung ke rumah warga di wilayah 3T dan kantor pos di daerah perkotaan.
Sementara itu, bantuan beras 20 kilogram dan minyak goreng 4 liter menjadi bagian dari program penebalan bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat menghadapi potensi inflasi menjelang akhir tahun.
Bantuan tersebut menyasar 18,3 juta KPM BPNT dan PKH di seluruh Indonesia.
Dengan sisa waktu hanya dua hari menjelang berakhirnya Oktober 2025, banyak warga berharap agar PKH tahap 4 segera dicairkan secara menyeluruh.
Bantuan ini dinilai sangat penting untuk menopang kebutuhan hidup, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Pemerintah pun terus melakukan koordinasi lintas lembaga agar tidak ada lagi kendala di lapangan.
Bila semua berjalan sesuai target, pencairan bantuan sosial tahap akhir 2025 akan menjadi salah satu penyaluran terbesar tahun ini.
Hingga Kamis (30/10/2025), BLT Kesra Rp900.000, bantuan beras 20 kg, dan bantuan minyak goreng 4 liter sudah mulai cair di berbagai wilayah Indonesia.
Namun, bantuan PKH tahap 4 masih belum merata karena terkendala proses sinkronisasi data dan pergantian KKS di bank penyalur.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh bantuan akan tersalurkan sepenuhnya sebelum akhir Oktober 2025.
Semoga kabar baik segera datang bagi seluruh KPM di Indonesia yang tengah menunggu haknya cair.(**)
Sumber naskah: YouTube/Klik Bansos