RADAR BOGOR - Melalui Kementerian Sosial (Kemensos) pemerintah kembali menyalurkan bansos PKH tahap empat untuk periode Oktober, November, dan Desember tahun 2025.
Bansos yang disalurkan Kemensos cukup beragam, mulai dari bantuan sosial yang bersifat reguler PKH, hingga penebalan mulai diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara bertahap.
Salah satu bansos reguler yang dikabarkan mulai disalurkan oleh Kemensos pada akhir Oktober 2025 ini yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) tahap keempat.
Bantuan sosial yang satu ini akan menyasar keluarga miskin dan rentan di seluruh wilayah Indonesia dengan tujuan agar mereka bisa memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari pangan, kesehatan, hingga pendidikan.
Dilansir dari laman resmi Kemensos, program bansos PKH diberikan dengan nominal yang bervariasi, tergantung dari komponen masing-masing keluarga penerima manfaat.
Adapun komponen PKH yaitu mencakup ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, hingga penyandang disabilitas yang akan menerima bansos reguler yang satu ini.
Proses penyaluran bansos PKH tahap empat akan dilakukan melalui dua cara, yaitu melalui bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI) dan PT Pos Indonesia.
Bagi KPM yang belum memiliki kartu KKS atau mereka yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar Indonesia) proses penyaluran bansos akan dilakukan melalui kantor Pos.
Di sisi lain, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf telah menargetkan 300 ribu KPM bansos PKH bisa mengikuti graduasi pada tahun 2026 mendatang. Hal itu dimaksudkan agar mereka tidak selalu bergantung pada bantuan yang diberikan oleh pemerintah.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 ini sudah ada 77 ribu KPM yang telah digraduasi oleh Kemensos.
"Pada tahun ini sebanyak 77 ribu yang sudah graduasi, naik kelas," ungkap Gus Ipul.
Masyarakat yang telah mengikuti kegiatan graduasi tidak akan dibiarkan begitu saja, mereka akan diarahkan untuk mengikuti program pemberdayaan yang akan diberikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga